5 Alasan Kenapa Memakai Las Listrik Itu Cukup Berbahaya dan Mematikan

Pengelasan listrik merupakan metode kerja penyambungan logam dengan menggunakan proses busur listrik pada elektroda tongkat logam atau kawat (Arc Welding). Pengelasan dilakukan dengan membuat busur antara logam tidak mulia (logam yang dilas) dan logam pengisi. Busur melelehkan logam tidak mulia dan logam pengisi, menggabungkannya menjadi satu bahan untuk bergabung dengan logam dasar.

Arc welding dapat menggunakan arus searah atau bolak-balik, dan menggunakan elektroda yang dapat dikonsumsi atau tidak yang dapat dikonsumsi yang dilapisi dengan fluks. Dengan mesin generator las yang baik dan suhu dalam pengelasan busur bisa naik setinggi 3600 derajat Celcius!. Beberapa kegunaan yang paling umum untuk pengelasan busur termasuk ereksi baja, perbaikan alat berat, pengelasan pipa dan banyak proyek konstruksi besar.

Metode las sederhana ini sangat umum digunakan pada logam lunak karena ada beberapa keuntungan menggunakan pengelasan busur dibandingkan dengan banyak format lain:

  • Biaya – peralatan untuk pengelasan busur berharga murah dan terjangkau, dan prosesnya seringkali memerlukan lebih sedikit peralatan.

  • Portabilitas – bahan-bahan dan mesin perkakas las ini ringan dan sangat mudah diangkut.

Namun, apa dampak pengelasan listrik bagi tubuh kita?

Resiko sakit dalam tubuh dan Kematian pun dapat disebabkan oleh efek las listrik ini, KENAPA?

1. Cahaya dan sinar yang berbahaya Selama proses pengelasan akan timbul cahaya dan sinar yang dapat membahayakan juru las dan pekerja lain yang ada di sekitar pengelasan. Cahaya tersebut meliputi cahaya yang dapat dilihat atau cahaya tampak, sinar ultraviolet dan sinar inframerah.

  • Sinar ultraviolet, sebenarnya adalah pancaran yang mudah diserap, tetapi sinar ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh. Bila sinar ultraviolet yang terserap oleh lensa dan kornea mata melebihi jumlah tertentu maka pada mata akan terasa seakan-akan ada benda asing di dalamnya. Dalam waktu antara 6 sampai 12 jam kemudian mata akan menjadi sakit selama 6 sampai 24 jam. Pada umunya rasa sakit ini akan hilang setelah 48 jam.

  • Silau dan iritasi mata dari percikan cahaya, Semua cahaya tampak yang masuk ke mata akan diteruskan oleh lensa dan kornea ke retina mata. Bila cahaya ini terlalu kuat maka akan segera menjadi lelah dan kalau terlalu lama mungkin akan menjadi sakit. Rasa lelah dan sakit ini sifatnya juga hanya sementara.

  • Sinar inframerah, Adanya sinar inframerah tidak segera terasa oleh mata, karena itu sinar ini lebih berbahaya sebab tidak diketahui, tidak terlihat dan tidak terasa. Pengaruh sinar inframerah terhadap mata sama dengan pengaruh panas, yaitu menyebabkan pembengkakan pada kelopak mata, terjadinya penyakit kornea, presbiopia yang terlalu dini dan terjadinya kerabunan.


2. Arus listrik yang berbahaya
Besarnya kejutan yang timbul karena listrik tergantung pada besarnya arus dan keadaan badan manusia. Tingkat dari kejutan dan hubungannya dengan besar arus adalah sebagai berikut:

  • Arus 1 mA hanya akan menimbulkan kejutan yang kecil saja dan tidak membahayakan.

  • Arus 5 mA akan memberikan stimulasi yang cukup tinggi pada otot dan menimbulkan rasa sakit.

  • Arus 10 mA akan menyebabkan rasa sakit yang hebat.

  • Arus20 mA akan menyebabkan terjadi pengerutan pada otot sehingga orang yang terkena tidak dapat melepaskan dirinya tanpa bantuan orang lain.

  • Arus 50 mA sangat berbahaya bagi tubuh.

  • Arus 100 mA dapat mengakibatkan kematian.

3. Debu dan gas dalam asap las.
Debu dalam asap las besarnya berkisar antara 0,2 µm sampai dengan 3 µm. Komposisi kimia dari debu asap las tergantung dari jenis pengelasan dan elektroda yang digunakan. Bila elektroda jenis hydrogen rendah, di dalam debu asap akan terdapat fluor (F) dan oksida kalium (K2O). Dalam pengelasan busur listrik tanpa gas, asapnya akan banyak mengandung oksida magnesium (MgO). Gas-gas yang terjadi pada waktu pengelasan adalah gas karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), ozon (CO3) dan gas nitrogen dioksida (NO2).

4. Bahaya kebakaran.
Kebakaran terjadi karena adanya kontak langsung antara api pengelasan dengan bahan-bahan yang mudah terbakar seperti solar, bensin, gas, cat kertas dan bahan lainnya  yang mudah terbakar. Bahaya kebakaran juga dapat terjadi karena kabel yang menjadi panas yang disebabkan karena hubungan yang kurang baik, kabel yang tidak sesuai atau adanya kebocoran listrik karena isolasi yang rusak.

5. Bahaya Jatuh.
Didalam pengelasan dimana ada pengelasan di tempat yang tinggi akan selalu ada bahaya terjatuh dan kejatuhan. Bahaya ini dapat menimbulkan luka ringan ataupun  berat bahkan kematian karena itu usaha pencegahannya harus diperhatikan.

Jadi keselamatan Kerja dan Memakai alat safety adalah hal yang ajib kamu ketahui dan gunakan, kalau tidak nyawa mu yang melayang…

Jika Anda berminat untuk membeli alat kerja cutting tool asli profesional ataupun beragam alat ukur dimensi metric lainnya silahkan hubungi kami melalui chat online yang ada di pojok kanan bawah website ini atau melalui email : [email protected] 

Semoga bermanfaat. Wassalam!


Sumber: Tim Kreatif Metalextra.com, Tulisan ini merupakan opini Pribadi di media milik sendiri.

"Thieves may be able to copy but do not have the expertise to produce the original!". + Kiichiro Toyoda
error: Alert: Content is protected!
%d bloggers like this:
Perhatian: Epidemi Wuhan COVID-19 di RRC telah menyebabkan beberapa produk kami harus indent panjang. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Terimakasih!