CEO NIKE Mundur, Kenapa?

 

Mark Parker resmi mundur dari posisinya sebagai CEO Nike. Mark tercatat telah menjadi CEO Nike sejak 2006 silam. Melansir dari CNN, Kamis (24/10/2019), Mark telah menjadi karyawan Nike sejak 1979, dia naik terus mengalami kenaikan pangkat dan sempat memegang posisi seperti desainer produk.

Menggantikan Mark, John Donahoe akan ditunjuk sebagai Presiden dan CEO baru perusahaan produsen sepatu asal Amerika ini. Penggantian CEO ini mulai efektif berlaku 13 Januari 2020 mendatang.

Mark merasa kalau posisinya sebagai CEO layak diteruskan oleh John. Menurutnya, Jonh memiliki pengalaman serta keahlian yang cocok untuk mendorong transformasi digital Nike, yang telah menjadi elemen kunci dari strategi bisnis Nike dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya senang John akan bergabung dengan tim kami. Keahliannya dalam penjualan digital, teknologi, strategi global dan kepemimpinan dikombinasikan dengan hubungannya yang kuat dengan merek, membuatnya cocok untuk mempercepat transformasi digital kami dan untuk membangun dampak positif dari Consumer Direct Offense kami,” kata Mark dalam sebuah pernyataan.

Setelah digantiakn John, Mark nantinya akan bekerja sebagai Ketua Eksekutif dan terus memimpin Dewan Direksi Nike.

“Saya berharap untuk terus memimpin Dewan sebagai Ketua Eksekutif, serta bermitra erat dengan John dan tim manajemen untuk membantunya beralih ke peran barunya,” Jelas Mark lagi.

Menanggapi pengunduran diri Mark, Analis Grup Tesley Advisory Cristina Fernandez mengatakan kalau pengumuman tersebut terasa sedikit mengejutkan. Tetapi menurutnya, hal tersebut masih diwajarkan mengingat Mark Parker telah menjadi CEO selama 13 tahun terakhir.

Sejalan dengan pendapat Mark, Cristina merasa kalau John memang pantas mengisi posisi CEO Nike yang baru, terlebih mengingat transformasi digital merupakan kunci dari pengembangan bisnis Nike.

“Mr. Donahoe membawa pengalaman sebagai CEO perusahaan publik dan latar belakang yang mendalam dalam teknologi dan strategi. Keterampilan ini harus melayani perusahaan dengan baik, karena Nike terus meningkatkan dan memperluas platform digitalnya dan lebih jauh mengintegrasikan teknologi ke berbagai aspek bisnis,” kata Cristina Fernandez dalam sebuah catatan kepada para investor, Selasa (22/10/2019).


 

 

"Thieves may be able to copy but do not have the expertise to produce the original!". + Kiichiro Toyoda
error: Alert: Content is protected!
%d bloggers like this:
Perhatian: Epidemi Wuhan COVID-19 di RRC telah menyebabkan beberapa produk kami harus indent panjang. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Terimakasih!