Pabrik Baja Thailand tutup karena impor murah dari China

Banyak pabrik yang memproduksi elektronik, baja dan plastik di Thailand tutup tahun ini karena pesanan pembelian menyusut dan barang impor murah membanjiri pasar Thailand, kata Kementerian Perindustrian Thailand.

Pabrik komponen elektronik dan papan sirkuit cetak yang tertutup memiliki nilai investasi tertinggi sebesar 2,29 miliar baht,” kata Menteri Perindustrian Thailand Pimphattra Wichaikul.

Urutan kedua adalah pabrik baja dan besi dengan investasi 1,45 miliar baht, disusul fasilitas manufaktur plastik senilai 930 juta baht.

Dari Januari hingga Mei tahun 2024 ini, total 488 pabrik di seluruh sektor industri menghentikan bisnisnya, kata Ibu Pimphattra, mengutip statistik dari Departemen Pekerjaan Industri Thailand.

Pabrik-pabrik Thailand ini memiliki nilai investasi gabungan sebesar 14 miliar baht.

Beberapa perusahaan memutuskan untuk memberhentikan total 12.551 pekerja selama periode lima bulan ini.

Alasan utama yang menyebabkan perusahaan melakukan PHK dan penutupan pabrik adalah kurangnya daya saing mereka, dibandingkan dengan beberapa negara asing yang mengekspor produk ke Thailand, kata Ms Pimphattra.

Produsen lokal Thailand kalah bersaing dengan rival yang menjual produk dengan harga lebih murah. Beberapa diantaranya memutuskan untuk memecahkan masalah ini dengan merelokasi fasilitas produksi mereka ke negara tetangga untuk memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas, katanya.

Asosiasi Produsen Baja Produk Panjang Rute Tungku Busur Listrik (EAF) mengatakan sebelumnya bahwa banyak produsen baja lokal kemungkinan akan menutup bisnis mereka tahun ini setelah menyerah pada membanjirnya produk baja EAF yang dijual harga dumping dari China.

Impor baja asal China telah mengurangi pemanfaatan kapasitas industri baja Thailand, dengan tingkat penurunan menjadi 28% antara bulan Januari dan Februari, menandai titik terendah baru, kata asosiasi tersebut.

Kantor Ekonomi Industri Thailand memperkirakan Indeks Produksi Manufaktur Thailand akan tetap datar atau naik 1% tahun-ke-tahun pada 2024, yang merupakan penurunan dari proyeksi sebelumnya sebesar 2-3%.

Menurut Kementerian Perindustrian Thailand, para pengusaha di beberapa sektor, terutama makanan, pakan ternak dan pupuk, telah mendorong rencana investasi baru.

Nilai investasi mereka dalam mendirikan 848 pabrik mencapai 149,8 miliar baht antara Januari dan Mei 2024.

KESIMPULAN

Jika Anda berminat untuk membeli perkakas bubut ataupun beragam cutting tool dan aksesoris mesin lainnya silahkan hubungi kami melalui chat online yang ada di pojok kanan bawah website ini atau melalui email : sales@metalextra.com Semoga bermanfaat. Wassalam!


Sumber:

Bangkok Post 27 Jun 2024 © Bangkok Post PCL. All rights reserved.

Tim Kreatif Metalextra.com, Tulisan ini merupakan opini Pribadi di media milik sendiri.

Leave a Reply