Singapore Precision Engineering & Technology Association (SPETA) akhirnya dipimpin oleh wanita

SINGAPURA – Badan rekayasa teknologi industri negeri Singapura atau The Singapore Precision Engineering & Technology Association (SPETA), yang melayani industri tradisional yang didominasi pria, sekarang akan dipimpin oleh seorang figur wanita untuk pertama kalinya sejak lemabaga tersebut didirikan pada tahun 1982.

Elise Hong, salah satu pendiri dan kepala eksekutif JCS-Echigo, yang membuat dan memasok mesin dan layanan pembersih presisi untuk industri hard disk drive, terpilih sebagai ketua baru pada rapat umum tahunan asosiasi minggu lalu. Sebelumnya, dia pernah menjadi wakil ketua.

Dia mengambil alih posisi Low Ming Wah, yang juga merupakan presiden dan chief operating officer di Micro-Mechanics Holdings yang terdaftar di Singapura. Sebagai ketua asosiasi sebelumnya, dia akan membimbingnya selama empat tahun ke depan.

Mengenai peran barunya, Ms Hong berkata: “Saya percaya gender bukanlah kriteria untuk kesuksesan bisnis. Ini adalah tekad, kreativitas dan semangat ‘tidak pernah berkata mati’ yang membentuk pemenang akhir.”

Sebagai ketua baru SPETA, yang memiliki sekitar 400 anggota, dia akan terus berupaya untuk mengatasi masalah yang sudah lama ada di industri ini, seperti perjuangannya untuk menarik bakat lokal dan persaingan biaya dari pemain luar negeri.

Misalnya, SPETA telah membentuk komite untuk mendorong transformasi bisnis, ketertarikan terhadap bakat, dan pergeseran menuju manufaktur pintar yang canggih secara digital.

Industri rekayasa presisi adalah kontributor utama ekonomi Singapura, dengan pemerintah telah meluncurkan peta transformasi industri yang bertujuan membantu industri mencapai nilai tambah S $ 14 miliar dan menciptakan 3.000 pekerjaan profesional pada tahun 2020.

Di Singapura, industri rekayasa presisi mempekerjakan lebih dari seperlima dari 473.000 pekerja di sektor manufaktur pada pertengahan tahun 2020. Ini menyumbang sekitar $ 38 miliar dalam total output pada tahun 2019. Perusahaan BUMN SIngapurrea sendiri justru menjadi salah satu pemimpin kemajuan Singapura. Salah satunya, ST Engineering (Singapore Technologies Engineering Ltd) yang merupakan grup perusahaan teknik satu-satunya di kawasan ASEAN yang terintegrasi secara vertikal di sektor kedirgantaraan, elektronik, sistem darat, dan kelautan. ST Engineering juga melaporkan pendapatan $ 7,86 miliar pada FY2019, menempati peringkat di antara perusahaan terbesar yang terdaftar di Singapura Exchange, dan merupakan salah satu grup pertahanan dan teknik terbesar di Asia. Ini adalah saham komponen dari FTSE Straits Times Index, MSCI Singapura dan SGX Sustainability Leaders Index. Kota di 24 negara.

KESIMPULAN 

Hampir 20 persen dari lebih dari 2.000 karyawan Pratt & Whitney di Singapura akan terpengaruh oleh PHK penghematan yang akan dilakukan oleh perusahaan dirgantara ternama ini.

Jika Anda berminat untuk membeli perangkat alat uji maupun alat ukur Hardness Tester silakan hubungi kami melalui chat online yang ada di pojok kanan bawah website ini atau melalui email : [email protected]

Semoga bermanfaat. Wassalam!


Sumber: Tim Kreatif Metalextra.com, Tulisan ini merupakan opini Pribadi di media milik sendiri.

sgsme.sg/news/singapore-precision-engineering-body-be-helmed-woman-first-time

Originally posted on Desember 5, 2019 @ 3:17 pm

error: Alert: Content is protected!
%d blogger menyukai ini: