Uji Non-destruktif kenapa diwajibkan?

Penerapan teknik pengujian NDT yang sukses dan konsisten sangat bergantung pada pelatihan, pengalaman, dan integritas personel. Artikel ini akan membahas secara ringkas ragam metode Non-Destructive Testing yang dibutuhkan oleh kalangan industri manufaktur dan pengolahan logam metalworking.

KENAPA UJI NON-DESTRUKTIF DIWAJIBKAN?

Dalam industri pengerjaan logam dan pengelasan, memastikan kualitas sambungan las merupakan hal yang sangat penting. Sambungan las memiliki peran krusial dalam kekuatan struktural, dan adanya cacat atau kekurangan dapat mengancam kekuatan dan keandalan produk yang telah selesai. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan metode deteksi cacat yang handal guna mengidentifikasi dan menangani potensi masalah. Dalam artikel ini kita akan menjelajahi berbagai metode deteksi cacat yang digunakan oleh para ahli di industri pengerjaan logam dan pengelasan, memberikan wawasan berharga dalam memastikan kualitas sambungan las.

  1. Pemeriksaan Visual: Pengamatan pertama dengan Teliti
    Pemeriksaan visual merupakan metode dasar yang sering digunakan dalam pemeriksaan kualitas sambungan las. Metode inspeksi visual ini melibatkan pengamatan langsung terhadap permukaan las untuk mendeteksi indikasi visual dari cacat seperti retakan, porositas, dan kekurangan pengisi. Para teknisi NDT dapat menggunakan peralatan seperti kaca pembesar seperti magnifier, mikroskop dan lampu pemeriksaan untuk memperjelas visualisasi sambungan las.

    Meskipun pemeriksaan visual sederhana untuk mencari cacat makro maupun mikro, metode ini tetap penting dan efektif dalam mengidentifikasi cacat yang terlihat secara langsung. Namun, perlu diingat bahwa metode ini tidak dapat mendeteksi cacat yang tersembunyi di dalam material. Oleh karena itu, kombinasi dengan metode lain yang lebih mendalam diperlukan untuk memastikan kualitas sambungan las secara menyeluruh.

  2. Pemeriksaan Dye Penetrant: Penetrasi material dengan daya kapiler cairan berwarna

    Pemeriksaan inspeksi penetran pewarna merupakan metode pemeriksaan yang diterapkan secara luas dan berbiaya rendah yang digunakan untuk memeriksa kerusakan permukaan pada semua bahan non-porositas. Pengujian penetran pewarna, juga dikenal sebagai pengujian penetran cair atau inspeksi penetran pewarna, merupakan teknik yang banyak digunakan untuk mendeteksi kerusakan permukaan pada sambungan las. Tes  inspeksi penetran sangat efektif untuk mengidentifikasi retakan halus dan diskontinuitas yang mungkin tidak terlihat dengan mata telanjang. Prosesnya melibatkan penerapan larutan penetran ke sambungan, memungkinkannya meresap ke dalam cacat permukaan apa pun. Kelebihan uji penetran ini karena kemudian dihilangkan, dan ada cairan pengembang yang bisa diterapkan untuk mengeluarkan penetran dari cacat, membuatnya terlihat dengan baik.

  3. Pemeriksaan Radiografi: Penetrasi material dengan Sinar-X
    Pemeriksaan radiografi menggunakan sinar-X untuk mendeteksi cacat pada sambungan las. Metode ini melibatkan pengambilan gambar radiografi dari sambungan las dan menganalisisnya untuk mengidentifikasi cacat seperti retakan, porositas, dan inhomogenitas pengisi. Gambar radiografi memberikan visualisasi internal yang jelas, memungkinkan para teknisi untuk melihat struktur dan cacat yang mungkin tersembunyi.

    Pemeriksaan radiografi membutuhkan peralatan khusus dan keahlian untuk melakukan proses pengambilan gambar dan interpretasi hasilnya. Namun, metode ini sangat efektif dalam mendeteksi cacat dalam sambungan las, termasuk cacat yang tidak terlihat secara langsung. Penting untuk mencatat bahwa pemeriksaan radiografi melibatkan paparan sinar-X dan ada maksimal jam kerjanya. Pengujian dengan material radioaktif juga memerlukan sertifikasi dan memiliki resiko kesehatan, sehingga perlu dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan protokol keselamatan yang tepat.

  4. Pemeriksaan Elektromagnetik: Deteksi Menggunakan Sebaran Medan Elektromagnetik
    Pemeriksaan elektromagnetik merupakan metode deteksi cacat yang menggunakan medan elektromagnetik untuk mengidentifikasi cacat pada sambungan las. Metode ini melibatkan penggunaan aliran listrik atau medan magnet untuk memindai permukaan las dan mendeteksi perubahan medan elektromagnetik yang dihasilkan oleh cacat, seperti retakan atau inhomogenitas.

    Pemeriksaan elektromagnetik dapat dilakukan dengan berbagai teknik, seperti pemeriksaan arus Wiral (eddy current), pemeriksaan aliran Wiral (magnetic particle testing), atau pemeriksaan penetrasi magnet (magnetic flux leakage). Metode ini cocok untuk mendeteksi cacat permukaan dan dalam, terutama pada material yang memiliki konduktivitas listrik yang tinggi seperti logam besi dan beragam tipe logam ferrous lainnya.

UJI DESTRUKTIF DAN UJI NON-DESTRUKTIF BEDANYA APA?

Uji material dengan metode destruktif memungkinkan kita untuk mengetahui parameter toleransi dan performa dari material hingga material tersebut rusak. Selain untuk riset, uji destruktif juga diperlukan untuk investigasi dalam memprediksi umur ekonomis material maupun untuk mengetahui standar umum material sebelum dan setelah digunakan. Penempatan fungsi dari kedua jenis pengujian ini berbeda karena uji NDT (Non Destructive Test) lebih bertujuan untuk antisipasi berupa perawatan atau maintenance, sedangkan Uji destruktif atau DT digunakan saat material atau benda itu jadi lalu dilakukan pengujian.

METODE UJI NON-DESTRUKTIF APA YANG HANDAL?

Pengujian non-destruktif yang wajib digunakan dalam bidang teknik sebenarnya ada dua yaitu; inspeksi visual dan uji ultrasonik. Kedua metode uji non-destruktif ini memang banyak digunakan dan efektif untuk mendeteksi cacat dalam industri pengerjaan logam dan pengelasan. Metode ultrasonik menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menembus bahan dan mengidentifikasi cacat internal. Dengan menganalisis pantulan gelombang suara, para ahli dapat mendeteksi cacat seperti retakan, porositas, dan inklusi.

Baik pengujian visual dan ultrasonik menawarkan beberapa keunggulan. Metode ini tidak merusak, artinya tidak merusak bahan yang diuji. Hasil yang diberikan sangat presisi dan akurat, memungkinkan para ahli untuk mengidentifikasi cacat bahkan pada tingkat terkecil. Selain itu, teknik ini sangat fleksibel dan dapat digunakan pada berbagai jenis logam dan bahan lainnya.

KESIMPULAN

Pengujian Non-destruktif lazimnya menggunakan kedua mekanisme visual dan metode uji non-destruktif lainnya. Kombinasi dari metode-metode ini memberikan keandalan dan akurasi dalam memastikan bahwa sambungan las memenuhi standar kualitas yang tinggi.

Jika Anda berminat untuk membeli alat uji inspeksi NDT ataupun beragam alat ukur non-destructive lainnya silahkan hubungi kami melalui chat online yang ada di pojok kanan bawah website ini atau melalui email : sales@metalextra.com

Semoga bermanfaat. Wassalam!


Sumber:

Tim Kreatif Metalextra.com, Tulisan ini merupakan opini Pribadi di media milik sendiri.

Awalnya dipublikasikan pada10 Januari 2020 @ 1:29 AM

Tinggalkan Balasan