Indonesia butuh juru timbang, reparatir alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya (UTTP) untuk mewujudkan “Satu Nusa Satu Ukuran”

Kementrian Perdagangan Indonesia berkomitmen melatih 1.000 juru timbang dan reparatir UTTP yang ditargetkan dapat tercapai hingga akhir 2021. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan, Kementerian Perdagangan melakukan pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) perdagangan melalui pelatihan dan pendidikan bagi 1.000 juru timbang dan reparatir alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya (UTTP) untuk mewujudkan “Satu Nusa Satu Ukuran”.

Pelatihan pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) perdagangan melalui pelatihan dan pendidikan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari peningkatan tata kelola manajemen pasar dan peningkatan tertib ukur,” ungkap Mendag. Mendag menjelaskan, pelatihan juru timbang bertujuan untuk membentuk SDM juru timbang yang mampu bertugas untuk mencatat jenis dan jumlah UTTP, memberikan informasi mengenai pelaksanaan tera atau tera ulang dan penggunaan UTTP, serta mengelola pos ukur ulang.

Program ini sekaligus merupakan inovasi Kementerian Perdagangan dalam mencapai tujuan tertib ukur. Hal ini disampaikan Mendag saat membuka Pelatihan Reparatir Alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya (UTTP) sekaligus Pelatihan Pembuka (Kickoff) 1.000 Juru Timbang dan Reparatir secara Nasional di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, hari Senin (2/11) secara virtual. “Untuk mewujudkan ‘Satu Nusa Satu Ukuran’ diperlukan SDM yang mumpuni.

Sedangkan pelatihan reparatir bertujuan untuk membentuk kompetensi SDM di bidang kemetrologian yang mampu mereparasi atau memperbaiki UTTP. Acara dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto dan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. Selain itu, hadir pula para kepala dinas yang membidangi metrologi legal di seluruh Indonesia, para kepala unit metrologi legal di seluruh Indonesia, serta peserta pelatihan dari Kabupaten Purwakarta.

Selain menciptakan SDM perdagangan, pelatihan ini diharapkan menambah peluang lapangan kerja terutama di bidang kemetrologian dan pelayanan kemetrologian di kabupaten/kota dapat terselenggara dengan baik,” kata Mendag.

Indonesia baru saja menerima penghargaan dari Organisasi Internasional untuk Metrologi Legal (OIML) tahun 2020 yaitu ”OIML Award for Countries and Economic with Emerging Metrology System”. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi dan terobosan Indonesia dalam membangun metrologi legal yang melibatkan masyarakat. Hal ini tidak lepas dari inovasi dan kolaborasi yang telah dilakukan Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Daerah.

Mendag mengungkapkan, hingga akhir 2019 telah terdapat 1.621 pasar atau sekitar 10,35 persen yang memperoleh predikat Pasar Tertib Ukur. Pada pasar tersebut alat ukur, takar, dan timbang yang digunakan dalam transaksi perdagangan telah sesuai ketentuan, yang salah satunya adalah telah bertanda tera sah yang berlaku.

“Jumlah Pasar Tertib Ukur dari tahun ke tahun diharapkan terus bertambah. Ini menjadi tugas pemerintah daerah dalam mewujudkan pasar yang tertib dalam hal ukuran, takaran, dan timbangan sebagai langkah awal terciptanya daerah tertib ukur. Inovasi dan kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci sukses tercapainya sasaran strategis tersebut,” jelas Mendag.

Mendag juga megapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta yang secara aktif membangun metrologi legal melalui berbagai inovasi. “Diharapkan hal ini dapat diikuti daerah lainnya dan masih dengan semangat Hari Sumpah Pemuda dapat mewujudkan Satu Nusa Satu Ukuran,” tandasnya. Sementara itu, Suhanto mengatakan pembangunan SDM merupakan salah satu kunci penataan tata laksana penyelengaraan kegiatan metrologi legal, khususnya dalam mewujudkan tertib ukur dalam kerangka perlindungan konsumen dan tertib niaga.

Pembangunan SDM tersebut meliputi SDM aparatur dan SDM nonaparatur sipil negara. Hingga saat ini, lanjut Suhanto, dari 509 kabupaten/kota di Indonesia sudah terbentuk 335 unit metrologi legal. Jumlah ini akan terus bertambah tidak hanya dari sisi kelembagaan, tetapi juga dari jumlah SDM yang menjadi bagian dari pembangunan SDM di bidang metrologi legal berbasis kompetensi.

Kementerian Perdagangan melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Kemetrologian (PPSDK) menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang bersifat teknis bagi SDM aparatur maupun non-aparatur sipil negara. Pelatihan-pelatihan yang diberikan PPSDK diselenggarakan berdasarkan kurikulum yang berpedoman pada standar kompetensi dan juga berdasarkan kebutuhan yang disusun bersama dengan Direktorat Metrologi,” terang Suhanto.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Veri Anggrijono menyambut baik pelatihan Juru Timbang dan Reparatir secara nasional. Dengan jumlah pasar mencapai 15 ribu unit di seluruh Indonesia, apabila ditempatkan satu orang juru timbang atau reparatir melalui pelatihan ini, akan membuka peluang usaha di bidang jasa reparasi. Hal ini akan mendorong terciptanya pasar tertib ukur dimana UTTP akan terkontrol secara masif. “Dengan demikian, jumlah Pasar Tertib Ukur dapat bertambah secara signifikan.

Ditjen PKTN akan terus mendukung upaya-upaya untuk memberikan perlindungan kepada konsumen dan menciptakan pelaku-pelaku usaha yang bertanggung jawab,” ujar Veri. Bupati Anne Ratna menambahkan, Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengapresiasi dukungan dari Kementerian Perdagangan bagi kemajuan pengembangan metrologi legal di Kabupaten Purwakarta.

Kabupaten Purwakarta telah melakukan terobosan dengan menggandeng ibu-ibu PKK untuk menyuarakan kepedulian terhadap ukuran, takaran, dan timbangan pada saat berbelanja di pasar melalui program Ceu Ati yaitu Cek Ukuran Akurasi Timbangan. “Selanjutnya, Purwakarta akan mengoptimalkan pelatihan dan pembekalan teknis, khususnya di bidang reparasi UTTP yang saat ini sedang dilakukan. Walaupun UPTD Metrologi Legal Kabupaten Purwakarta baru beroperasional, kami akan terus mengembangkan metrologi legal sehingga Kabupaten Purwakarta dapat menjadi Daerah Tertib Ukur,’’ tutup Anne.

KESIMPULAN

Jangan ragu untuk mencari bantuan dari spesialis yang dapat membantu Anda memilih yang akan memberi Anda alat ukur dengan manfaat maksimal. Hubungi kami melalui email : [email protected] Semoga bermanfaat. Wassalam!


Sumber:

Sumber:  Siaran Pers Kementrian Perdagangan OKTOBER 2020

Tim Kreatif Metalextra.com, Tulisan ini merupakan opini Pribadi di media milik sendiri.

Originally posted on Januari 20, 2020 @ 12:38 pm

error: Alert: Content is protected!
%d blogger menyukai ini: