PT. Komatsu Indonesia dukung program pendidikan vokasi industri alat berat

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sektor industri memberikan kontribusi signfikan terhadap perolehan devisa pada periode Januari-Juni 2020, dengan menyumbang 32,2 persen dari total nilai investasi yang tercatat menyentuh angka Rp402,6 triliun.

Adapun lima sektor yang menanamkan modalnya paling besar selama enam bulan pertama tahun ini. Pertama, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dengan menggelontorkan dananya senilai Rp45,2 triliun, disusul industri makanan Rp26,6 triliun, serta industri kimia dan farmasi Rp19,5 triliun.

Badan Pengembangan Sumber Daya Industri (BPSDMI) Kemenperin dan PT. Komatsu Indonesia telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait pelaksanaan program pendidikan vokasi tersebut. Kerja sama ini bersifat tailor made, diselenggarakan selama satu tahun dan lulusannya langsung diserap bekerja di industri.

Pelaksanaan program ini pada tahun 2021 telah memasuki angkatan kedua,” kata Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan di Jakarta, Rabu (7/4). Sebelumnya,  pada tahun 2020, sebanyak 19 peserta telah menyelesaikan satu tahun program up skilling (peningkatan kompetensi karyawan) dari hasil kerja sama antara BPSDMI Kemenperin dengan PT. Komatsu Indonesia.

Upaya ini yang merupakan bentuk komitmen BPSDMI dalam mendukung dan mengembangkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing untuk industri alat berat,” tegasnya. Apalagi, industri alat berat merupakan sektor yang berperan strategis dalam mendukung pembangunan sektor konstruksi dan pertambangan di dalam negeri. Hal ini akan membawa dampak positif bagi perekonomian nasional.

TENTANG KOMATSU

Komatsu Iron Works dimulai oleh Takeuchi Mining Industry sebagai anak perusahaan untuk membuat alat industri untuk perusahaan induk. Komatsu akhirnya menjadi cukup besar untuk dijual ke publik, dan dipisahkan pada 13 Mei 1921 sebagai Komatsu Ltd dan didirikan oleh Meitaro Takeuchi.

Komatsu memproduksi prototipe traktor pertanian pertamanya pada tahun 1931. Selama tahun 1930-an, Komatsu juga memproduksi traktor untuk militer Jepang, serta buldoser, tank, dan howitzer. Setelah Perang Dunia II, di bawah presiden barunya Yoshinari Kawai, Komatsu menambahkan buldoser dan forklift non-militer ke lini peralatannya. Pada tahun 1949 mulai produksi mesin diesel pertamanya. Pertumbuhannya sebagai sebuah perusahaan dibantu oleh permintaan yang kuat untuk buldosernya selama rekonstruksi pasca-perang Jepang pada tahun 1950-an. Pada bulan Agustus 1951 kantor pusat perusahaan dipindahkan ke Tokyo. Pada tahun 1957, perusahaan tersebut telah maju secara teknologi hingga semua modelnya menggunakan mesin Komatsu.

TENTANG PT. KOMATSU INDONESIA

Pada tahun 1982, PT Komatsu Indonesia didirikan dan produksi dimulai pada tahun 1983 di Indonesia. Pada tanggal 12 Maret 2021 Komatsu Indonesia mengadakan seremoni produksi perdana Mesin Press Servo IMD H1F200-2 di Pabrik Fabrikasi Cibitung. Proyek ini telah dimulai sejak 2019 dengan bantuan tenaga ahli Kanazawa sebagai pengawas. Dan sekarang kami memproduksi Mesin Press Kecil IMD yang dirakit lengkap dengan proses pengelasan, pemesinan, perakitan, dan inspeksi yang sesuai. Sangat istimewa karena kami memproduksi mesin ini dengan diawasi oleh ahli Kanazawa melalui instruksi virtual atau pertemuan online. Mengikuti instruksi dan prosedur kerja mereka termasuk menggambar, kami membuat mesin ini dengan hati-hati.

Upacara ini dihadiri oleh Bp. Naoki Fujita sebagai Managing Director Komatsu Ltd, Bpk. Isao Ohya sebagai Plant Manager Kanazawa dan Bp. Yasushi Kitade selaku Presiden KIC yang mendukung penuh proyek ini dan hadir dalam Upacara Peluncuran Produksi Pertama oleh Virtual ini. Bapak. Bambang Haryanto sebagai Presiden Komisaris dan Sdr. Pratjojo Dewo selaku Presiden Direktur turut hadir memberikan sambutan dalam kesempatan tersebut, mereka berharap produk ini dapat diterima oleh pelanggan dan dapat mendukung permintaan mesin press global di dunia.

Bapak. Naoki Fujita juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa Komatsu Indonesia memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk memproduksi mesin ini dan semakin kompetitif dengan melakukan perbaikan termasuk di tingkat lokalisasi. Dalam upacara tersebut juga hadir Bpk. Semba Shinichi Semba sebagai wakil presiden direktur Komatsu Indonesia, Bpk. Shin Suzuki sebagai Representative dari Komatsu Marketing and Support Indonesia, Mr. Rudi Kurnianto sebagai Direktur Manufaktur KI, dan Bpk. Risdhianto B Irawan sebagai Direktur Administrasi KI. Mesin produksi pertama ini akan dikirim ke KAILLC, Amerika pada Maret 2021.

ALAT BERAT INDUSTRI INDONESIA

Berdasarkan proyeksi Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi), produksi alat berat dalam negeri bakal meningkat hingga 30% pada tahun 2021 atau mencapai 4.500-5.000 unit. Potensi ini ditopang karena meningkatnya aktivitas sektor konstruksi dan agro seiring pertumbuhan proyek infrastruktur dan utilisasi program biodiesel. Di tahun 2020, produksi alat berat dalam negeri mencapai 3.400 unit.

Presiden Direktur PT. Komatsu Indonesia, Pratjojo Dewo Sridadi menyampaikan, pihaknya bertekad untuk menciptakan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan teknologi saat ini.Dengan dukungan BPSDMI serta Politeknik STMI Jakarta, kami berharap dapat memberikan berkontribusi besar untuk kemajuan industri alat berat di Indonesia,” tuturnya.

Setiap tahunnya, PT. Komatsu Indonesia membutuhkan tenaga kerja sebanyak 600 orang per tahun, dengan minimal lulusan SMK. Peserta program kerja sama ini akan melaksanakan perkuliahan yang berbasis dual system (sistem ganda), di mana perkuliahan diselenggarakan dengan kombinasi teori dan praktik di ruang kelas maupun workshop kampus Politeknik STMI Jakarta serta pelaksanaan kerja langsung di Pabrik PT. Komatsu Indonesia.

Dapat dipastikan jika peserta yang lulus dari program ini akan memiliki kompetensi yang baik untuk meningkatkan produktivitas bagi perusahaan,” ungkap Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri, Iken Retnowulan. Pada tahun 2020, BPSDMI Kemenperin telah memfasilitasi18 kelas program setara Diploma Satu untuk 607 peserta D1 di 1Provinsi dan 12 Kabupaten/Kota.

Melihat pentingnya industri alat berat ini dalam rantai perekonomian Indonesia, maka kompetensi karyawan perusahaan sebagai salah satu aset yang terpenting harus diperhatikan,” ujar Iken. Program Pendidikan Setara Diploma I Manufaktur Alat Berat ini ditujukan untuk memberikan pemahaman ilmu dasar mengenai teknik industri khususnya manufaktur serta sebagai bentuk orientasi dari perusahaan.

Kementerian Perindustrian memacu industri alat berat bisa semakin berdaya saing dengan memfasilitasi sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Salah satu langkah strategisnya yang dijalankan adalah melalui penyelenggaraan Program Pendidikan Setara Diploma I bidang Manufaktur Alat Berat.

KESIMPULAN

Metalextra menawarkan beragam solusi cerdas industri presisi dari alat ukur, inpeksi hingga mesin kerja. Jangan ragu untuk mencari bantuan dari spesialis yang dapat membantu Anda memilih yang akan memberi Anda manfaat maksimal.

Hubungi kami melalui chat online yang ada di pojok kanan bawah website ini atau melalui email : [email protected] Semoga bermanfaat. Wassalam!


Sumber:

Siaran Pers Kementrian Perindustrian APRIL 2021

komi.co.id/news/imd-servo-press-machine-h1f2002-first-production-ceremony

Tim Kreatif Metalextra.com, Kesimpulan di tulisan ini merupakan opini Pribadi di media milik sendiri.

Originally posted on Desember 27, 2019 @ 12:03 am

error: Alert: Content is protected!
%d blogger menyukai ini: