Tsingshan Holding Group Co., menunda import dari fasilitas smelter Indonesia

Mengutip laporan Bloomberg, Tsingshan Holding Group Co., dilaporkan menangguhkan sementara ekspor sejumlah produk dari fasilitas smelter miliknya di Indonesia. Salah satu produk yang terdampak penghentian pengiriman adalah mixed hydroxide precipitate (MHP), produk antara berbasis nikel yang menjadi bahan penting dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik dan juga mengandung kobalt. Selain MHP, pengiriman produk lain seperti nickel pig iron (NPI) juga disebut mengalami gangguan.

Presipitat Hidroksida Campuran (MHP) merupakan produk perantara nikel-kobalt yang digunakan terutama untuk baterai kendaraan listrik (EV), yang terutama diperoleh melalui Pelindihan Asam Tekanan Tinggi (HPAL), dan sebagian besar terdiri dari hidroksida nikel dan kobalt.

Apa itu mixed hydroxide precipitate MHP?
Bahan tambang berupa bubuk perantara berwarna abu-abu-hijau yang diekstraksi dari bijih nikel laterit berkadar rendah atau bubuk hitam baterai daur ulang. Komposisi Kimia mixed hydroxide precipitate dikenal mengandung sekitar 40-55% nikel, 5-15% kobalt, dan sejumlah kecil mangan atau logam lainnya.

Endapan hidroksida campuran (MHP) merupakan bahan baku antara yang vital karena secara efisien menggabungkan nikel dan kobalt yang diekstraksi dari bijih laterit kadar rendah untuk menopang rantai pasok baterai kendaraan listrik global. Baterai dengan material inti Endapan hidroksida campuran (MHP) dikenal sebagai bahan baterai yang murah dirawat, relatif stabil pada suhu dingin dan mudah dibentuk dalam berbagai aplikasi yang terjangkau harganya.

Apakah unit usaha Tsingshan Holding Group Co di indonesia masih beroperasi?
Keputusan tersebut dilakukan Tsingshan Holding Group Co., karena perusahaan masih menunggu kepastian terkait kebijakan baru pemerintah mengenai pemeriksaan kandungan unsur tanah jarang dan material radioaktif, termasuk uranium. Namun, berbeda dengan MHP, ekspor NPI belum sepenuhnya dihentikan dan masih berlangsung secara terbatas. Sumber Bloomberg menyebut keputusan Tsingshan tersebut merupakan tindakan pencegahan dari pihak perusahaan untuk mengantisipasi perubahan kebijakan pemerintah. Rincian Kebijakan dan Dampak;

  • Penghentian MHP: Pengiriman presipitat hidroksida campuran (bahan baku yang mengandung kobalt untuk baterai kendaraan listrik) telah dihentikan sebagai langkah pencegahan.

  • Inspeksi Pemerintah: Pemerintah Indonesia telah memperketat pemeriksaan ekspor mineral untuk mendeteksi unsur tanah jarang dan bahan radioaktif.

  • Status NPI: Ekspor produk lain, seperti nikel pig iron, masih berlangsung tetapi menghadapi hambatan dan perlambatan.

TENTANG TSINGSHAN HOLDING GROUP

Tsingshan Holding Group merupakan perusahaan multinasional swasta besar yang berkantor pusat di Wenzhou, Republik Rakyat China. Tsingshan Holding Group didirikan pada tahun 1988 oleh Xiang Guangda, dengan spesialisasi di bidang baja tahan karat (stainless steel), nikel, dan material baterai energi baru.

Perusahaan Tsingshan Holding Group termasuk dalam daftar Fortune Global 500 dan memiliki operasi peleburan serta industri berskala besar di seluruh dunia, dengan fokus utama pada pengolahan mineral di Indonesia.

Tsingshan Holding Group memiliki jangkauan global yang luas yang mencakup produksi baja tahan karat, nickel pig iron (NPI), serta prekursor/katoda baterai. Mengoperasikan pusat kegiatan internasional utama melalui anak perusahaan regional seperti Eternal Tsingshan Group. Kehadiran Tsingshan Holding Group di Indonesia dimulai dengan ekspansi ke sektor pertambangan dan pengolahan nikel laterit di Indonesia pada tahun 2009.

Tsingshan Holding Group menjadi pemangku kepentingan utama dalam Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah, dengan mengoperasikan berbagai fasilitas peleburan dan lini produksi baja tahan karat. Menjadi mitra utama dalam Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Maluku Utara.

TENTANG PT HENGJAYA MINERALINDO

PT Hengjaya Mineralindo merupakan perusahaan pertambangan nikel swasta yang mengoperasikan tambang kelas dunia di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Sejak mengakuisisi sahamnya di Tambang Hengjaya, Nickel Industries telah memajukan proyek tersebut melalui berbagai tahap perizinan, eksplorasi, sosialisasi masyarakat, studi lingkungan, dan studi kelayakan serta pengembangan (termasuk pembangunan jalan angkut, dermaga, dan area penampungan) hingga produksi dimulai pada Oktober 2012, sebelum pengiriman pertama bijih mentah pada Februari 2013. Sejumlah pengiriman bijih bermutu tinggi dilakukan ke Tiongkok dan Jepang sepanjang tahun 2013.

Pada Januari 2019, perusahaan mulai memasok bijih ke anak perusahaan Hengjaya Nickel yang saat itu dimiliki 60% (sekarang 80%), operator proyek Hengjaya Nickel RKEF, dan ketika proyek Ranger Nickel RKEF mulai berproduksi pada Mei 2019, Tambang Hengjaya juga mulai memasok bijih ke Ranger Nickel.

Saat ini PT Hengjaya Mineralindo merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA), di mana 80% saham dimiliki oleh Nickel Industries Limited (perusahaan pertambangan asal Australia) dan 20% sisanya dipegang oleh mitra lokal, Keluarga Wijoyo. PT Hengjaya Mineralindo beroperasi di Blok Tangofa, Kecamatan Bungku Selatan, Morowali, dengan konsesi Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 5.983 hektar. Perusahaan PT Hengjaya Mineralindo menyuplai bijih nikel (ore) bermutu tinggi yang menjadi bahan baku utama untuk proyek-proyek Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) di sekitarnya, termasuk fasilitas di kawasan IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park).

TENTANG NICKEL INDUSTRIES LIMITED

Nickel Industries Limited (ASX: NIC) merupakan perusahaan pertambangan dan pengolahan hilir yang terdaftar di bursa efek Australia dan beroperasi di Indonesia. Perusahaan ini memegang saham mayoritas di Tambang Hengjaya dan bermitra dengan raksasa BUMN industri China (Tsingshan) untuk memproduksi nikel pig iron (NPI) dan nikel matte untuk rantai pasokan baja tahan karat dan kendaraan listrik (EV).

Nickel Industries Limited ini memiliki sejarah panjang di Indonesia, dengan saham mayoritas di Tambang Hengjaya kelas dunia, serta empat proyek tungku listrik putar (RKEF) yang memproduksi nikel pig iron (NPI) untuk industri baja tahan karat dan nikel matte untuk rantai pasokan kendaraan listrik (EV).

Setelah memantapkan diri sebagai produsen NPI yang signifikan secara global, Perusahaan kini dengan cepat mengalihkan produksinya untuk fokus pada rantai pasokan baterai EV. Perusahaan telah mengakuisisi 10% saham di proyek Huayue Nickel Cobalt (HNC) HPAL, menambahkan endapan hidroksida campuran (MHP) ke portofolio produknya. Selain itu, Perusahaan memegang 46% saham di proyek Excelsior Nickel Cobalt (ENC) HPAL, yang saat ini sedang dalam tahap uji coba. ENC akan memproduksi MHP, katoda nikel, dan nikel sulfat.

KESIMPULAN

Tsingshan Holding Group telah menghentikan sementara ekspor presipitat hidroksida campuran (MHP) dan memperlambat beberapa pengiriman nikel pig iron (NPI) dari Indonesia akibat kebijakan inspeksi baru dan keputusan internal perusahaan. Di Metalextra.com kami yakin dengan peningkatan berkelanjutan dari teknologi produksi yang baik jika dikombinasikan dengan pengujian dan pengembangan, memungkinkan kami untuk menawarkan produk solusi perangkat alat ukur presisi berkualitas tinggi asal Swiss, Jerman, Taiwan, Jepang.

Jika Anda berminat untuk membeli alat kerja presisi ataupun beragam alat aksesoris machining dan cutting tool dimensi metric lainnya silahkan hubungi kami melalui email: moc.artxelatemobfsctd@selas

Semoga bermanfaat. Wassalam!


Sumber:

Press Release Tsingshan Holding Group via Bloomberg Business JULY 2026

Tim Kreatif Metalextra.com, Kesimpulan di tulisan ini merupakan opini Pribadi di media milik sendiri.

Leave a Reply