Industri Manufaktur, Business
GoPro diakuisisi oleh Starman Optical
GoPro, Inc. (NASDAQ: GPRO) dan Starman Optical, Inc. (“Starman”), sebuah perusahaan optik-fotonik asal Amerika Serikat, hari ini mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani perjanjian merger definitif. Sehubungan dengan rencana transaksi ini, para pemegang saham GoPro akan menerima pembayaran tunai agregat sebesar $285 juta, atau $1,14 per saham—yang dapat disesuaikan berdasarkan modal kerja bersih GoPro pada saat penutupan transaksi—serta akan tetap memiliki sekitar 10% saham perusahaan yang beredar. Utang GoPro yang beredar, yang berjumlah sekitar $92 juta, akan dilunasi sepenuhnya pada saat penutupan transaksi, sehingga menghasilkan neraca keuangan yang bersih dan pada dasarnya bebas utang.
Selama 24 tahun terakhir, GoPro telah mengembangkan solusi pencitraan (imaging) terdepan di industri yang menampilkan optik canggih dan inovatif, teknologi yang menjadi tolok ukur pasar, serta portofolio kekayaan intelektual (IP) yang mencakup lebih dari 2.500 paten AS.
Merger GoPro dan Starman Optical, Inc. ini bertujuan untuk memaksimalkan nilai paten intelektual dan potensi pertumbuhan GoPro di pasar konsumen, komersial, dan industri pertahanan melalui rekapitalisasi perusahaan, penguatan neraca keuangan, investasi untuk pertumbuhan, serta pemindahan lokasi manufaktur produk untuk pasar strategis ke dalam negeri (AS).
GoPro akan tetap menjadi perusahaan terbuka dan terus mendukung sepenuhnya produk konsumen yang ada saat ini serta platform berlangganan dan layanan cloud-nya, sembari berinvestasi untuk pertumbuhan dan peta jalan produk yang lebih luas serta beragam.
Para pengamat teknologi banyak yang beranggapan bahwa Transceiver optik buatan AS milik Starman diharapkan akan ditambahkan ke dalam portofolio GoPro, sehingga memperluas jangkauan perusahaan ke pasar infrastruktur AI untuk transceiver optik yang besar dan tumbuh pesat.
Setelah penutupan transaksi, perusahaan gabungan ini juga berencana untuk memanfaatkan kemampuan paten intelektual, optik, dan pencitraannya di pasar pertahanan, pemerintah, robotika, dan kedirgantaraan, dengan memanfaatkan permintaan terhadap solusi buatan AS.
“Optik dan pencitraan canggih merupakan hal yang krusial bagi AI, keamanan nasional, dan perekonomian secara luas, namun sebagian besar perangkat keras penting yang mendukung teknologi ini masih diproduksi di luar negeri,” ujar Charles Tebele, Chief Executive Officer Starman Holding. “Penggabungan keahlian optik dan kekayaan intelektual kelas dunia milik GoPro dengan kemampuan transceiver canggih serta platform manufaktur AS milik Starman menciptakan peluang yang unik. Dengan merger ini Starman Holding berniat untuk membawa kembali produksi komponen-komponen penting ini ke Amerika Serikat.” “Kami berharap merger ini akan memungkinkan GoPro untuk berkembang di pasar konsumen, komersial, dan pertahanan sebagai perusahaan solusi pencitraan dan optik terkemuka asal Amerika, serta menjawab kebutuhan penting terkait keamanan nasional yang mencakup kamera, optik, dan infrastruktur AI. Kami sangat antusias untuk bergabung dengan tim Starman guna memanfaatkan peluang ini dan berperan penting dalam masa depan Amerika,” ujar Nicholas Woodman, Pendiri dan CEO GoPro.
Transaksi ini telah disetujui oleh Dewan Direksi GoPro dan Dewan Starman. Transaksi diperkirakan akan rampung pada akhir tahun 2026, dengan tunduk pada persetujuan regulator dan ketentuan penyelesaian transaksi yang lazim, termasuk persetujuan dari para pemegang saham GoPro.
GoPro berencana untuk memberikan informasi tambahan mengenai transaksi ini setelah penyelesaiannya. Reuters juga melaporkan bahwa GoPro berencana meninjau berbagai opsi, termasuk penjualan perusahaan atau merger.
Sebelumnya, pada tanggal 1 September 2026, GoPro mengumumkan kesepakatan merger dengan Starman Optical, sebuah perusahaan swasta produsen komponen optik. Berdasarkan kesepakatan senilai US$285 juta tersebut, Starman akan mengakuisisi 90% saham GoPro—sementara pemegang saham lama GoPro tetap memegang 10% sisanya—melunasi utang GoPro sebesar US$92 juta, serta menambahkan produknya, yaitu *transceiver* optik, ke dalam jajaran produk GoPro
Houlihan Lokey, Inc. bertindak sebagai penasihat keuangan dan telah memberikan pendapat kewajaran (*fairness opinion*) kepada GoPro, sementara Fenwick & West LLP bertindak sebagai penasihat hukum bagi GoPro.
TENTANG GOPRO INCORPORATION
Perusahaan GoPro, Inc. didirikan oleh Nick Woodman pada tahun 2002. Ia terinspirasi oleh perjalanan selancar ke Bali (Indonesia) dan Australia pada tahun 2002, Nick Woodman saat itu ingin mengambil foto aksi berkualitas tinggi saat berselancar dipantai namun terkendala karena fotografer amatir tidak bisa berada cukup dekat dengan objek atau tidak mampu membeli peralatan berkualitas memadai dengan harga terjangkau.
Nama ‘GoPro’ muncul karena Woodman dan teman-teman peselancarnya sama-sama bercita-cita menjadi peselancar profesional; menjadi “pro” (profesional) adalah tujuan utama sekaligus satu-satunya cara agar aksi mereka saat berselancar bisa direkam pada masa itu.
Jajaran kamera perusahaan diberi nama ‘Hero’ karena tujuannya adalah menangkap gambar aksi jarak dekat yang membuat subjek foto tampak seperti pahlawan (*hero*). GoPro juga menjalankan program “GoPro Awards”, di mana pengguna dapat mengirimkan foto dan video yang diambil menggunakan kamera GoPro untuk berkesempatan mendapatkan hadiah uang tunai dan pengakuan di media sosial.[16]
Woodman menerima dana lebih dari US$230.000 dari orang tuanya untuk modal usaha. Ia juga mengumpulkan sebagian modal awal dengan menjual aksesoris fashion budaya selancar seperti ikat pinggang dari manik-manik dan kerang seharga kurang dari US$20 dari dalam mobil van VW Combi miliknya, dan kemudian beralih menjual tali kamera yang modis.
Pada tahun 2004, Nick Woodman menjual sistem kamera pertamanya yang menggunakan film 35 mm. Kamera GoPro pertama dirancang oleh pendirinya, Nick Woodman, dan diproduksi oleh perusahaan manufaktur asal China bernama Hotax Manufacturing Co. GoPro memiliki peralatan kontrak produksi khusus miliknya sendiri, namun perusahaan ini mengandalkan mitra manufaktur kontrak utama—seperti Foxconn dan fasilitas EMS lainnya di Asia—untuk menyediakan pabrik fisik serta tenaga kerja perakitan.
Pada tahun 2014, GoPro menawarkan kamera video HD dengan lensa tetap bersudut lebar 170 derajat; dua kamera atau lebih dapat digabungkan untuk menghasilkan video 360 derajat.
Setelah menambah jumlah karyawan lebih dari 500 orang pada tahun 2015, perusahaan GoPro merespons lemahnya angka penjualan pada kuartal keempat dengan memangkas sekitar 7% tenaga kerjanya (100 karyawan) pada bulan Januari 2016.
Pada bulan Juni 2026, dilaporkan bahwa GoPro mengalami kesulitan keuangan akibat penurunan penjualan dan kenaikan biaya memori, yang dipicu oleh krisis data AI. Pesaing langsung terbesar GoPro di pasar kamera aksi adalah DJI, disusul dengan ketat oleh Insta360.
TENTANG Starman Optical, Inc.
Perusahaan Starman Optical baru didirikan pada 31 Agustus 2026 hanya satu hari sebelum proses merger ini diumumkan. Starman Optical merupakan bagian dari Starman Holding, sebuah perusahaan induk yang memiliki bisnis di berbagai sektor, termasuk teknologi dan merek konsumer, seperti Incase, Incipio, dan Griffin. Untuk bisnis fotoniknya, Starman menjalankan Starman New Photonics, yang didirikan pada 2024 dan berfokus pada produksi optical transceiver untuk kebutuhan data center dan AI.
Meskipun tahun pendirian tepat perusahaan induk yang menaungi seluruh entitas tersebut tidak disebutkan secara spesifik dalam dokumen resmi, perusahaan ini berkembang dari kiprah panjang Charles Tebele di industri elektronik konsumen yang telah dimulai sejak tahun 1990.
Pak Tebele telah membangun bisnis bernilai $30 juta dengan 60 karyawan melalui penjualan komputer kepada konsumen dan usaha kecil. Mungkin ada unsur keberuntungan, namun hal itu juga berkat kejelian Pak Tebele dalam memahami pelanggan—pengalaman yang ia peroleh saat bekerja di bisnis elektronik konsumen milik keluarganya. Naluri ritelnya dalam menangkap apa yang diinginkan pelanggan—namun belum mereka dapatkan—itulah yang menjadi cikal bakal berdirinya Rockwell Computer & Software.
Pada tahun 1990, ia bersama saudaranya membuka toko komputer di kawasan 39th Street dan Madison Avenue. Kini, Pak Tebele tengah memanfaatkan tren pesat di industri komputer pribadi. Tahun depan, ia berencana membuka dua toko lagi.
Starman Holding sekarang menjadi perusahaan induk dan portofolio global yang bergerak di berbagai bidang, meliputi optik canggih, teknologi, merek konsumen, distribusi, layanan kesehatan, real estat, dan modal ventura. Di bawah kepemimpinan CEO Charles Tebele, perusahaan ini menarik perhatian luas setelah menyepakati akuisisi korporasi besar dengan produsen kamera aksi [GoPro].
KESIMPULAN
GoPro mengungkapkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk bukan hanya merek pembuatan kamera komersial saja namun menjadi perusahaan teknologi pertahanan dengan berbagai macam varian kamera drone dan pengamatan visual. Jika Anda butuh bantuan dan saran tentang alat optik kamera dan peralatan penunjang inspeksi dan produktivitas industri, silahkan hubungi kami melalui melalui email : moc.artxelatem@selas
Semoga bermanfaat. Wassalam!
Sumber: Tim Kreatif Metalextra.com, Tulisan ini merupakan opini Pribadi di media milik sendiri.