PT PAL Indonesia Menginspirasi Mahasiswa Universitas Pertahanan RI melalui Factory Visit

PT PAL Indonesia menerima kunjungan lapangan dari rombongan mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) RI dalam agenda factory visit ke fasilitas produksi PT PAL Indonesia di Surabaya, Rabu (22/10). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan akademik bertema “Meningkatkan Wawasan Mahasiswa Unhan RI terhadap Kemandirian Pertahanan Negara melalui Integrasi Industri Strategis dan Operasi Militer di Era Modern.”

Dalam agenda peninjauan lapangan tersebut, Rektor Universitas Pertahanan RI Letjen TNI (Purn) Dr. Anton Nugroho M.M.D.S., M.A., menyampaikan apresiasi kepada PT PAL Indonesia yang telah menjadi mitra strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri pertahanan nasional. “Penentuan PT PAL Indonesia sebagai lokasi studi visit merupakan representasi sumber belajar yang tepat, karena sangat relevan dengan tema kegiatan dan mampu memberikan pengalaman langsung mengenai kemandirian pertahanan negara,” ujar Rektor Unhan RI dalam sambutannya.

PT PAL Indonesia juga membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian dan pengembangan guna menghasilkan inovasi yang aplikatif bagi pengembangan industri pertahanan.

SEVP Technology & Naval System (TNS) PT PAL Indonesia, Laksda TNI (Purn) Enjud Darojat menyampaikan ini saat menerima kunjungan belajar 120 mahasiswa Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Rabu (16/09).

Kami berharap mahasiswa dapat melihat PT PAL tidak hanya sebagai industri, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang mendukung pengembangan riset dan inovasi untuk kepentingan nasional,” katanya.

Di hadapan mahasiswa, Enjud mengatakan industri pertahanan bukan hanya berkaitan dengan produk dan teknologi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk memahami kebutuhan pertahanan nasional sekaligus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Karena itu, peningkatan pengetahuan mahasiswa mengenai industri pertahanan menjadi hal yang penting,” sambung Enjud.

Pada kesempatan itu, Enjud juga memaparkan perkembangan kapasitas dan kapabilitas PT PAL. Mulai dari pengembangan produk dan teknologi, pembangunan kapal, penguasaan teknologi maritim, serta kontribusi perusahaan terhadap pertahanan nasional.

Kegiatan factory visit tersebut merupakan lanjutan dari Kuliah Pakar Mahasiswa Magister Unhan RI yang dilaksanakan sehari sebelumnya, Selasa (21/10), di Balai Prajurit RM Moedjiono Poerbonegoro, Puspenerbal Juanda. Dalam forum tersebut, Laksda TNI (Purn) Budi Raharjo, SEVP Technology and Naval System (TNS) PT PAL Indonesia, hadir mewakili manajemen dengan membawakan materi bertema “Inovasi Teknologi Kapal Perang dan Alutsista Maritim Nasional.”

Dalam paparannya, Budi Raharjo mengulas perjalanan panjang inovasi PT PAL Indonesia dalam menghadirkan produk-produk unggulan nasional, mulai dari Kapal Cepat Rudal (KCR), Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS), Landing Platform Dock (LPD), hingga Frigate Merah Putih, fregat tercanggih hasil karya anak bangsa. “Setiap lembar baja yang kami bentuk bukan sekadar material, melainkan simbol kemandirian bangsa. Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia mampu berdiri sejajar dalam teknologi maritim global,” ujarnya, disambut antusias para mahasiswa.

Kehadiran PT PAL Indonesia dalam forum akademik ini tidak hanya bertujuan berbagi ilmu, tetapi juga menghadirkan inspirasi nyata bagi generasi muda calon pemimpin pertahanan bangsa. Mahasiswa diajak memahami bagaimana inovasi, disiplin, dan sinergi industri-militer menjadi kunci utama dalam membangun industri pertahanan nasional yang tangguh dan berdaya saing global.

Kunjungan mahasiswa Unhan RI yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Keamanan Nasional, Mayjen TNI Nefra Firdaus, tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai peran strategis industri pertahanan dalam memperkuat ketahanan nasional.

TENTANG PT PAL

PT PAL Indonesia dimulai sejak berdirinya Marine Establishment (ME) yang diresmikan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1939. Setelah kemerdekaan, Pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan ini dan mengubah namanya menjadi Penataran Angkatan Laut (PAL). Kemudian pada tanggal 15 April 1980, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1980, status perusahaan berubah dari Perusahaan Umum menjadi Perseroan Terbatas.

Saat ini PT PAL Indonesia merupakan perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia. Kami memiliki keunggulan bisnis pada kapabilitas Pembangunan dan rancang-bangun Kapal Perang dan Kapal Niaga; Pembangunan dan Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO) Kapal Selam; Maintenance, Repair, dan Overhaul Kapal Perang, Kapal Niaga, dan produk-produk kemaritiman; General Engineering produk Energi dan Elektrifikasi; dan Technology Development.

PT PAL Indonesia  akan terus meningkatkan kemampuannya untuk dapat berperan dalam Driving Synergy to Global Maritime Access. Peran penting dari PT PAL Indonesia  ini akan membawa industri maritim Indonesia pada pasar maritim global.


Sumber:

Corporate Press Release PT PAL Indonesia, September 22, 2026.

Tim Kreatif Metalextra.com, Tulisan ini merupakan opini Pribadi di media milik sendiri.

Leave a Reply