Business, Industri Pertahanan, News, Project
Kenapa Italia hibahkan kapal induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia?
Kapal induk Italia yang telah dipensiunkan, ITS Giuseppe Garibaldi, tiba di Jakarta, Indonesia pada 18 September 2026 setelah dialihkan melalui skema hibah antar-pemerintah untuk menjadi kapal induk pertama milik TNI Angkatan Laut (TNI AL), yang rencananya akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya. Pemerintah Indonesia berencana mengerahkan kapal tersebut terutama untuk Operasi Militer Selain Perang, dengan fokus utama pada penanggulangan bencana, penyaluran bantuan kemanusiaan, dan dukungan logistik bagi wilayah kepulauan terpencil.
Giuseppe Garibaldi awalnya merupakan kapal keempat di Angkatan Laut Italia yang dibangun oleh Fincantieri (Italcantieri) di galangan kapal Monfalcone di Teluk Trieste, lunas kapal Giuseppe Garibaldi diletakkan pada tanggal 26 Maret 1981 dan ditugaskan pada tanggal 30 September 1985. Kapal perang ini dinamai dengan nama Jenderal Italia abad ke-19 Giuseppe Garibaldi.
Selama perjalanan dari Italia, kapal dikawal oleh kapal perang Angkatan Laut Italia dan sempat singgah di Sri Lanka. Setelah memasuki wilayah perairan Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I di perairan Bangka, Kapal tersebut dikawal oleh KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 menuju Jakarta.
CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan PT PAL siap berkontribusi melalui pengalaman dan kemampuan teknis yang dimiliki, dengan tetap mengedepankan proses assessment dan rekayasa yang terukur. “Modernisasi kapal menuntut pemahaman yang utuh terhadap kondisi aktual platform, karakteristik sistem yang sudah terpasang, serta kebutuhan operasional pengguna. Karena itu, prosesnya dimulai dari inspection dan condition assessment, dilanjutkan dengan engineering, penentuan lingkup pekerjaan, integrasi sistem, hingga testing dan commissioning. Kapabilitas PT PAL dalam MRO dan modernisasi menjadi basis untuk menjalankan tahapan tersebut secara sistematis” ujarnya.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa kapal induk Giuseppe Garibaldi perlu menjalani modernisasi agar mesin, teknologi, dan perlengkapannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta doktrin operasi TNI AL, termasuk kondisi lingkungan maritim tropis Indonesia. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT PAL Indonesia (Persero) akan berkolaborasi dengan Fincantieri, selaku pembangun kapal.
Kebutuhan tersebut menempatkan kapabilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO), Mid-Life Modernization (MLM), refurbishment PT PAL sebagai salah satu fondasi penting. Selama lebih dari empat dekade, PT PAL mengembangkan kemampuan ship repair dan life-cycle management pada berbagai jenis kapal, termasuk kapal perang dan kapal selam.
Modernisasi kapal yang telah beroperasi memiliki karakteristik engineering yang berbeda dengan pembangunan kapal baru. Condition assessment, inspection, engineering review, identifikasi obsolescence, serta integrasi sistem eksisting dengan teknologi baru menjadi tahapan penting untuk memastikan solusi modernisasi sesuai dengan kondisi aktual platform dan kebutuhan operasi. Pendekatan tersebut memungkinkan setiap pekerjaan perbaikan dan peningkatan kemampuan dilakukan secara terukur, sekaligus mengoptimalkan usia pakai dan kesiapan kapal.
TNI Angkatan Laut (TNI AL) telah mulai mengecat ulang bekas kapal induk Italia, Giuseppe Garibaldi, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjelang serah terima resmi pada Kamis, 24 September.
“Saat ini kami sedang mengecat ulang bangunan atas dan lambung kapal agar sesuai dengan standar warna abu-abu TNI Angkatan Laut,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksamana Pertama Tunggul, kepada ANTARA pada hari Selasa.
Tunggul menambahkan bahwa para awak kapal juga sedang memasang nomor lambung baru pada kapal tersebut.
Giuseppe Garibaldi tiba di Jakarta pada 18 September setelah menempuh pelayaran selama 20 hari dari Italia.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyambut kedatangan kapal perang tersebut di Dermaga 107.
Menurut Laksamana Ali, kapal tersebut akan secara resmi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya dalam upacara hari Kamis, yang akan mencakup prosesi resmi penurunan bendera dan penggantian panji kapal.
Setelah serah terima, kapal induk tersebut akan menjalani peningkatan sistem melalui kerja sama antara perusahaan galangan kapal milik negara Indonesia, PT PAL, dan perusahaan pertahanan angkatan laut Italia, Fincantieri.
Setelah menempuh pelayaran selama 25 hari dari Italia, ITS Giuseppe Garibaldi tiba di Indonesia pada 18 September 2026. Kapal tersebut memasuki kawasan Pelabuhan Tanjung Priok pada pukul 07.58 WIB dan kemudian bersandar di Dermaga 107, Jakarta Utara.
TENTANG FINCANTIERI S.P.A.
Didirikan pada tahun 1959 dengan nama Società Finanziaria Cantieri Navali – berkantor pusat di Trieste, Italia. Fincantieri S.p.A. merupakan produsen kapal terbesar di Eropa, setelah mengakuisisi Vard pada tahun 2013, Fincantieri Group pun menjadi lebih besar dua kali lipat, sehingga menjadi produsen kapal terbesar keempat di dunia (2014).
Fincantieri dimiliki secara mayoritas dikendalikan oleh Cassa Depositi e Prestiti, didukung oleh Kementerian Ekonomi dan Keuangan negara Italia melalui CDP Equity, yang memegang sekitar 58% hingga 63% saham perusahaan. Sisa sahamnya Fincantieri diperdagangkan di pasar terbuka, dengan kepemilikan institusional dalam porsi kecil yang dipegang oleh perusahaan manajemen investasi global.
Saat ini Fincantieri merancang dan memproduksi kapal dagang, kapal penumpang, kapal lepas pantai, kapal perang, serta melayani perbaikan dan konversi kapal. Fincantieri mempekerjakan sekitar 10.000 orang di delapan galangan kapal, dua pusat desain, satu pusat riset, dan dua pabrik komponen mesinnya.
TENTANG PT PAL
PT PAL Indonesia dimulai sejak berdirinya perusahaan Marine Establishment (ME) yang diresmikan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1939. Setelah kemerdekaan, Pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan ini dan mengubah namanya menjadi Penataran Angkatan Laut (PAL). Kemudian pada tanggal 15 April 1980, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1980, status perusahaan berubah dari Perusahaan Umum menjadi Perseroan Terbatas.
Saat ini PT PAL Indonesia merupakan perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia. Kami memiliki keunggulan bisnis pada kapabilitas Pembangunan dan rancang-bangun Kapal Perang dan Kapal Niaga; Pembangunan dan Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO) Kapal Selam; Maintenance, Repair, dan Overhaul Kapal Perang, Kapal Niaga, dan produk-produk kemaritiman; General Engineering produk Energi dan Elektrifikasi; dan Technology Development.
PT PAL Indonesia akan terus meningkatkan kemampuannya untuk dapat berperan dalam Driving Synergy to Global Maritime Access. Peran penting dari PT PAL Indonesia ini akan membawa industri maritim Indonesia pada pasar maritim global.
Sumber:
Corporate Press Release PT PAL Indonesia, September 21, 2026.
Tim Kreatif Metalextra.com, Tulisan ini merupakan opini Pribadi di media milik sendiri.