PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit terapkan strategi pengamanan produksi dengan metode operasional baru

Seiring dengan meningkatnya harga bahan bakar dunia dan perayaan hari raya yang meningkatkan konsumsi bahan bakar, tentu dibutuhkan strategi kilang mnyak yang tepat.

Direktur Operasi Kilang PT Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia mengatakan, Block Mode adalah metode operasional baru yang mampu meningkatkan fleksibilias kilang dalam mengolah minyak mentah, mengurangi ketergantungan pada minyak mentah (crude) impor dari salah satu sumber, sekaligus meningkatkan efisiensi produksi.

“Inovasi ini merupakah cara Kilang yang dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga terus beradaptasi dengan kondisi pasokan minyak mentah serta memastikan kilang tetap relevan dengan zaman,” ujar Didik.

Untuk terus meningkatkan kapabilitasnya, PT Pertamina Patra Niaga melakukan inovasi. Salah satunya melalui inovasi sistem operasional Block Mode. Inovasi ini telah dijalankan Kilang Cilacap sejak Mei 2024.

Tujuan utamanya adalah untuk memastikan stabilitas pasokan bahan bakar (BBM), mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah dari satu wilayah tertentu (seperti Timur Tengah), dan meningkatkan efisiensi dalam pengolahan, yang menurunkan biaya produksi.

Didik juga menyampaikan bahwa inovasi tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi kilang menuju operasi yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

“Block Mode sekaligus menjadi upaya PT Pertamina Patra Niaga dalam menjaga stabilitas pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta meningkatkan efisiensi pengolahan minyak mentah di tengah dinamika pasar global yang fluktuatif,” ujar Didik.

Ia menambahkan, sistem operasional ini membuat efisiensi pengolahan crude meningkat, sehingga biaya produksi lebih terkendali. Selain itu, Block Mode juga akan mendukung ketahanan energi nasional, karena mengurangi ketergantungan pada satu wilayah pemasok, sehingga risiko gangguan distribusi dapat diminimalisasi.

Dalam konteks inilah, PT Pertamina Patra Niaga lebih siap dalam menghadapi lonjakan konsumsi BBM masyarakat pada masa mudik dan arus balik Idulfitri 2026. Didik menjelaskan, dengan sistem ini, kilang mampu menjaga stok BBM tetap aman. Operasi kilang berjalan 24 jam penuh, didukung para pekerja yang memastikan distribusi energi lancar bagi jutaan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

“Inovasi Block Mode menjadi bukti nyata bahwa PT Pertamina Patra Niaga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan kebutuhan pasar. Menjelang mudik Lebaran 2026, masyarakat dapat lebih tenang karena pasokan BBM berada dalam kendali yang kuat,” jelas Didik.

Selain Block Mode, upaya untuk memastikan keandalan produksi sekaligus menjaga stok energi aman selama priode peningkatan produksi juga dilakukan dengan pengolahan cocktail crude. Didik menjelaskan, cocktail crude adalah hasil blending beberapa minyak, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas operasional.

PT Pertamina Patra Niaga memainkan peran vital sebagai penjaga ketahanan energi nasional, utamanya menjelang arus mudik dan libur Idulfitri 1447 H. PT Pertamina Patra Niaga bertanggung jawab melakukan pengolahan minyak mentah menjadi produk-produk BBM dan Non BBM hingga menyalurkannya ke konsumen.

“Cocktail Crude dan Block Mode adalah dua hal yang saling melengkapi. Keduanya berujung pada satu hal, yakni ketahanan energi di Indonesia. Dan PT Pertamina Patra Niaga bangga bisa menjadi yang terdepan dalam inovasi ini,” tutup Didik.

TENTANG PT PERTAMINA PATRA NIAGA

Didirikan dan terdaftar sebagai PT. Elnusa Harapan pada 27 Februari 1997, dengan pemegang saham Pertamina dan Yayasan Kesejahteraan Pegawai Pertamina (YKPP). Saat ini PT Pertamina Patra Niaga merupakan Sub Holding Commercial & Trading dari PT Pertamina (Persero) yang bertindak sebagai ujung tombak dalam rantai bisnis hilir, bertanggung jawab mendistribusikan dan memasarkan berbagai produk energi seperti BBM, LPG, pelumas, avtur, aspal, dan petrokimia ke seluruh Indonesia

KESIMPULAN

Kilang minyak mencampur produk antara kilang yang lebih murah dan berbiaya rendah dengan minyak mentah untuk meningkatkan margin keuntungan sambil tetap menghasilkan produk akhir berkualitas tinggi dan sesuai spesifikasi. Teknik ini seringkali melibatkan penggunaan minyak mentah yang lebih berat, lebih asam, atau minyak mentah yang berpotensi menjadi sumber daya dalam campuran.

Pencampuran memungkinkan produsen untuk memenuhi standar kualitas tertentu, yang seringkali ketat, seperti angka oktan dalam bensin (ketahanan terhadap knocking) dan Tekanan Uap Reid (RVP), yang menentukan volatilitas. Persyaratan ini dapat bervariasi secara musiman (misalnya, volatilitas lebih tinggi di musim dingin).

Dengan mencampur berbagai jenis minyak mentah, kilang dapat memastikan pasokan yang konsisten, optimal, dan stabil untuk Unit Distilasi Minyak Mentah (CDU), memastikan hasil maksimum dan mengurangi masalah operasional.

Jika Anda berminat untuk membeli alat kerja presisi ataupun beragam alat aksesoris machining dan cutting tool dimensi metric lainnya silahkan hubungi kami melalui email: moc.artxelatemobfsctd@selas

Semoga bermanfaat. Wassalam!


Sumber: Head of Corporate Communications PT Pertamina Patra Niaga, MARCH 2026

Tim Kreatif Metalextra.com, Kesimpulan di tulisan ini merupakan opini Pribadi di media milik sendiri.

Leave a Reply