PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) VI Balongan di Indramayu, Jawa Barat, memastikan operasional kilang tetap berjalan andal selama periode Lebaran 2026 guna menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat.
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan merupakan kilang tercanggih yang dimiliki oleh Pertamina yang merujuk pada nilai Nelson Complexity Index (NCI) Kilang Unit VI Balongan, dimana tiap kilang Pertamina pasti memiliki Nelson Complexity Index (NCI). Indeks itu menggambarkan kompleksitas kilang. Semakin tinggi nilai NCI, maka kilang tersebut menghasilkan lebih banyak produk berkualitas tinggi dan proses produksi lebih efisien.
Area Manager Communication, Relation & CSR RU VI Balongan Cecep Supriyatna mengatakan kilang Balongan saat ini beroperasi sesuai kapasitas maksimalnya, yakni sekitar 150 ribu barel per hari.
“Yang jelas, kilang RU VI ini sekarang berjalan sesuai dengan kapasitasnya, 150 ribu barel per hari jadi tetap sesuai dengan kapasitasnya,” kata Cecep dalam keterangannya di Indramayu, Selasa.
Ia menjelaskan kapasitas produksi tersebut merupakan batas maksimal operasional kilang, sehingga tidak memungkinkan untuk dinaikkan dalam waktu singkat.
Menurut dia, upaya yang dilakukan perusahaan saat ini adalah menjaga keandalan fasilitas kilang agar tetap dapat beroperasi secara optimal, khususnya saat permintaan energi meningkat pada periode mudik dan libur Lebaran.
“Jadi yang penting sekarang kita bagaimana menjaga kehandalan kilang ini agar tetap berjalan,” ujar dia.
Cecep menuturkan Kilang Balongan beroperasi selama 24 jam tanpa henti, termasuk saat masa libur Lebaran.
Operasional kilang, menurut dia, tetap dijaga agar dapat memenuhi kebutuhan BBM nasional jika mendapatkan penugasan penyaluran energi.
“Selama Lebaran dan seterusnya, kalau memang ditugaskan untuk suplai pemenuhan kebutuhan BBM, kita harus jaga kilang kita untuk tetap beroperasi dengan andal,” katanya.
Ia juga menjelaskan pasokan minyak mentah untuk diolah di Kilang Balongan saat ini masih mencukupi, baik yang berasal dari dalam negeri maupun impor.
Cecep mengatakan Kilang Balongan dapat mengolah berbagai jenis minyak mentah, sehingga fleksibel terhadap sumber pasokan yang tersedia.
Ia menambahkan sebagian pasokan minyak mentah impor yang digunakan kilang Balongan berasal dari kawasan Afrika, salah satunya Sudan.
Menurut Cecep, kondisi pasokan minyak mentah tersebut hingga kini masih terjaga sehingga operasional kilang tetap berjalan stabil.
“Sementara ini minyak mentahnya ada, suplainya baik dari luar maupun dari dalam, jadi kita masih cukup,” ujar dia.
TENTANG PT PERTAMINA PATRA NIAGA
Didirikan dan terdaftar sebagai PT. Elnusa Harapan pada 27 Februari 1997, dengan pemegang saham Pertamina dan Yayasan Kesejahteraan Pegawai Pertamina (YKPP). Saat ini PT Pertamina Patra Niaga merupakan Sub Holding Commercial & Trading dari PT Pertamina (Persero) yang bertindak sebagai ujung tombak dalam rantai bisnis hilir, bertanggung jawab mendistribusikan dan memasarkan berbagai produk energi seperti BBM, LPG, pelumas, avtur, aspal, dan petrokimia ke seluruh Indonesia
KESIMPULAN
Di Metalextra.com kami yakin dengan peningkatan berkelanjutan dari teknologi produksi yang baik jika dikombinasikan dengan pengujian dan pengembangan, memungkinkan kami untuk menawarkan produk-produk berkualitas tinggi yang membantu perusahaan-perusahaan manufaktur di berbagai industri dan tentunya demi meningkatkan produktivitas anda. Kami juga menawarkan solusi perangkat alat ukur presisi berkualitas tinggi asal Swiss, Jerman, Taiwan, Jepang.
Jika Anda berminat untuk membeli alat kerja presisi ataupun beragam alat aksesoris machining dan cutting tool dimensi metric lainnya silahkan hubungi kami melalui email: moc.artxelatem@selas
Semoga bermanfaat. Wassalam!
Sumber: Head of Corporate Communications PT Pertamina Patra Niaga, MARCH 2026
Tim Kreatif Metalextra.com, Kesimpulan di tulisan ini merupakan opini Pribadi di media milik sendiri.
