Ketebalan semen pondasi lantai untuk bengkel berat berapa?

Seringkali kalangan teknisi dan mekanik senior sering mengatakan hal-hal seperti “Lantai pabrikasi berat wajib memiliki ketebalan semen beton paling tidak sekitar 7 hingga 10 inchi”. Padahal, di banyak bangunan rumah tangga dan industri sudah berupa ruko atau komplek dengan standar beton yang tak tentu. Lalu bagaimana cara mempersiapkan lantai bengkel agar keras dan kuat menahan beban mesin berat seperti mesin bubut dan bahkan forklifter? Berikut ini saran kami yang perlu anda perhatikan sebelum berinvestasi pada mesin berat seperti mesin bubut dan milling.

1. PERHATIKAN STRUKTUR LANTAI DISEKITAR BANGUNAN

Lantai beton tebal yang disangga pada fondasi atau langsung di bawah tanah, memang digunakan untuk membangun lantai dasar. Lantai ini umumnya diklasifikasikan sebagai bantalan tanah atau tanah padat yang sudah dikeraskan.

Seringkali lantai ruko atau bangunan bengkel yang anda dapatkan sudah memiliki lantai keramik atau lantai slab beton yang kurang merata sebaran dan ketebalannya. Namun biarpun dirasa sudah keras, rangka baja maupun pelat tetap dibutuhkan sebagai bantalan di atas fondasi, jika tidak, lantai bengkel bisa pecah dikemudian hari dan sangat susah sekali diperbaiki saat mesin sudah diletakkan diposisi tersebut.

Jika anda merasa tak yakin dengan kualitas bangunan dan lantainya, tak ada salahnya anda coba untuk mengebor lubang sampel dilantai tersebut. Dengan begitu anda bisa memperkirakan dan mengetahui kira-kira ketebalan lantai dan membuat ulang lantai beton cor readymix dengan ketebalan yang aman, yaitu 7 hingga 10 inchi.

2. KETAHUI UMUR BANGUNAN DAN KEMATANGAN KONSTRUKSI PONDASINYA

Apakah getaran sebesar itu menjadi masalah bagi pabrik atau mesin bubut? Apakah itu menurunkan akurasi? Perlambat laju umpan? Apakah semakin berkurang getaran tersebut?. Gangguan getaran dan vibrasi juga tak jarang dipengaruhi dari kemampuan ruangan dan bangunan bengkel untuk menyerap getaran dari mesin kerja anda. Hal ini sebenarnya lumrah terjadi karena mungkin pada saat pembangunan ruko atau bangunan bengkel, pekerja dan desainer bagunan tidak memperkirakan beban getaran yang akan diserap oleh bangunan dan perkiraan umur ekonomis dari beton dan rangka besi baja yang digunakan.

Seringkali seiring dengan waktu, kelembapan dan usia pakai lantai beton dan pondasi bangunan, akan muncul retakan dan akumulasi debu dibeberapa sudut ruangan bengkel. Tentu ini bukan hal sepele ketika anda sudah membeli mesin baru dan ingin keadan ruangan kerja yang bersih dan aman. Ada baiknya anda meluangkan waktu untuk mempersiapkan ruangan dan berkonsultasi dengan penjual mesin atau teknisi terkait dan merenovasi terlebih dahulu agar linkungan kerja menjadi lebih optimal.

3. KETAHUI DIMENSI RUANG KERJA DAN KEMUNGKINAN DIMASA DEPAN

Metode sederhana untuk mengetahui spesifikasi mesin bubut yang beratnya bisa lebih dari 2 ton adalah menggunakan spesifikasi yang mirip dengan lantai bengkel yang menggunakan Forklift. Kebanyakan forklift yang beroperasi di dalam ruangan memiliki ban bantalan, dan ban bantalan tidak diproduksi untuk menahan medan yang tidak rata. Medan yang tidak rata mencakup permukaan lantai di mana ada potongan lantai yang hilang atau ada bagian kasar yang umum. Saat Anda terus-menerus mengemudikan ban bantalan di lantai yang rusak, Anda kemungkinan besar akan mempersingkat interval antara penggantian ban yang diperlukan, sehingga membebani forklift dan anggaran Anda.

Lantai yang rusak mungkin juga berbahaya untuk produk yang Anda pindahkan. Bekerja dengan beban berat di atas lantai yang rusak tidak hanya akan menyebabkan kondisi kerja yang kurang optimal bagi operator Anda, tetapi juga meningkatkan risiko tumpahan produk jika barang jatuh dari palet karena melewati medan yang tidak rata. Bahkan sesuatu yang tampaknya dapat diabaikan seperti peningkatan getaran produk pada palet dapat merusak jenis bahan tertentu. Memastikan lantai Anda mendapatkan perawatan yang optimal membantu melindungi investasi dan nilai ekonomi perkakas kerja.

4. PERHITUNGKAN FLEKSIBILITAS, FUNGSIONALITAS DAN KEMUDAHAN MENATA RUANG KERJA

Investasi yang lebih besar dalam teknik perbengkelan mungkin adalah keselamatan pekerja, keamanan benda kerja dan fleksibilitas mesin yang Anda gunakan. Investasi modal tersebut juga membutuhkan perlindungan. Selain mesin bubut, milling, dan rak material, anda bisa saja menggunakan Forklift atau jack stand yang memusatkan beban dititik tertentu. Maka anda juga perlu tahu bahwa setiap perkakas kerja dan mesin ini didesain memiliki center of gravity yang rendah, sehingga terdapat banyak titik pada forklift seperti dibawah tiang dan chasis dimana under clearance minimal.

Jika dikemudian hari nanti anda ingin mendaftarkan bengkel anda dengan lembaga sertifikasi tertentu, seringkali penilaian izin juga dikenakan pada pengoperasian benda kerja berat, alur kerja, dan lay-out keselamatan kerja dari bengkel. Tentu saja persiapan perlu dilakukan sebelum terjadi kerusakan lantai. Jika lantai nantinya rusak, Anda mungkin tidak memiliki izin yang diperlukan, yang berpotensi meningkatkan dampak pada operasional kerja. Dampak mendadak yang disebabkan oleh kondisi lantai yang buruk juga dapat merusak komponen mesin berat seperti mesin milling dan bubut bisa rusak seiring waktu, berpotensi menyebabkan alur kerja menjadi tidak stabil.

5. KETAHUI DAYA TAHAN BETON COR, PONDASI DAN LAPISAN READY-MIX

Pelat beton yang baik dan layak di atas permukaan tanah memiliki lapisan beton yang terdiri dari setidaknya 4 inchi dengan kemampuan menahan beban 2500 sampai 3000 psi beton (campuran 6 semen :1 pasir karung biasanya) diperkuat dengan tulangan besi baja ulir 18 Inchi yang bersilangan dan masing-masing jalan berpusat pada ketebalan pelat di atas 4 sampai 5 inchi dengan campuran batu granit dasar yang dipadatkan (bukan batuan drainase yang ukuran seragam atau kerikil saja tetapi batu jenis granit yang biasa digunakan untuk pondasi “dasar jalan” yang berisi berbagai ukuran agregat yang dapat dipadatkan). Tanah di bawah batuan dasar harus merupakan tanah asli atau tanah padat yang tidak mengandung bahan organik seperti bekas akar bakau atau timbunan sampah.

6. PERHATIKAN PROSES PEMBUATAN COR BETON

Tentu saja agar memastikan kualitas cor yang bagus, anda perlu memiliki pengawas yang bisa dipercaya dan benar paham tentang lay-out bengkel nantinya. Namun yang paling penting, anda bisa memastikan hal berikut ini;

a. Jangan biarkan kru pengecoran semen beton menambahkan terlalu banyak air. Kemerosotan dan susutnya adonan cor tidak boleh melebihi 3 inchi untuk pengembangan kekuatan tekan yang tepat dan untuk mitigasi retak tegangan. Kontraktor cor biasanya selalu ingin membuatnya pekat dan “terlihat rata” untuk mengurangi energi yang dibutuhkan untuk mengeruk rata. Padahal proses penuangan ini memastikan kepadatan, yang menentukan kekuatan pamungkas dan dengan kekerasan permukaan.

b. Berikan waktu agar semen tersebut mengering rata setidaknya hingga 28 hari dan sebaiknya 60 hari jika kondisi mendung/lembab. Hasil dari suhu pembekuan dini pada beton adalah permukaan yang melemah yang rentan terhadap rekahan atau spalling di tekanan beban injak atau benda bergerak lainnya yang menimbulkan beban ke permukaan beton.

c. Pastikan sisa besi cor dan rangka tersisa dipotong segera sekitar 6 jam – saat tegangan tegangan mulai berkembang dengan segera dan akan menyebabkan retakan pada interval sekitar 15 Inchi di setiap arah. Menggergaji sesegera mungkin akan memaksa retakan yang tak terhindarkan terbentuk pada potongan gergaji daripada secara acak. Hindari sinar langsung dari matahari dan tutup permukaan beton bila perlu. Setelah anda yakin kering sesuai waktu, langsung terapkan coating tipe polymer maupun coating tipe akrilik seperlunya.

7. PERHATIKAN & UJI KERATAAN PERMUKAAN SEBELUM SERAH TERIMA DENGAN KONTRAKTOR

Gunakan levelling dan alat ukur kerataan untuk mempermudah peletakan mesin secara rata nantinya. Pastikan anda mengukur sendiri dan menentukan toleransi kerataan permukaan. Tentu saja menyetel kerataan permukaan juga butuh jasa penggerusan dan perataan yang menggunakan mesin scraper dan teknik manual yang terjamin. Mungkin jika kontraktor anda tidak mampu, anda mesti mencari kontraktor lain yang memiliki kemampuan tersebut atau memperisiapkan kompensasi ketinggian di mesin dan karet dudukan damper mesin tersebut nantinya.

KESIMPULAN

Secara teori, ada berbagai jenis beton dan kerikil, tetapi dalam praktiknya, saat Anda melakukan konstruksi rutin, hanya ada beberapa pilihan yang tersedia: ukuran kerikil (“kerikil gravel” atau batuan bergradasi 3/4), rasio semen (angka jumlah karung per meter), air entrainment, dan beberapa opsi campuran. Dan ini karena, tentu saja, dalam praktiknya, beton “biasa” sangat memadai untuk 99,999% aplikasi bangunan.

Jika Anda berminat untuk membeli alat kerja perbengkelan profesional ataupun beragam alat ukur dimensi metric lainnya silahkan hubungi kami melalui chat online yang ada di pojok kanan bawah website ini atau melalui email : [email protected] Semoga bermanfaat. Wassalam!


Sumber:

Tim Kreatif Metalextra.com, Tulisan ini merupakan opini Pribadi di media milik sendiri.

Originally posted on Januari 2, 2020 @ 11:41 am

error: Alert: Content is protected!
%d blogger menyukai ini: