Foreman job descriptionnya apa?

Seorang Foreman merupakan istilah posisi pekerjaan pengawas lapangan atau mandor atau supervisor yang biasanya bekerja untuk mengawasi operasi di lokasi bengkel dan konstruksi. Foreman dianggap memiliki otoritas karena pengetahuan dan pengalaman, meskipun mereka juga dapat mengelola operasi di industri perkapalan dan pergudangan. Dalam artikel ini kita bahas secara ringkas tentang posisi dan deskrispsi pekerjaan sebagai Foreman.

APA YANG DILAKUKAN SEORANG FOREMAN?

Kualifikasi yang Anda butuhkan untuk menjadi seorang mandor mencakup pengalaman bekerja di bidang konstruksi (atau dalam beberapa kasus di gudang atau pabrik) dan pengetahuan serta sertifikasi tentang peraturan keselamatan. Beberapa tipe usaha teknik tertentu mungkin memerlukan standar industri pelatihan atau sertifikasi lanjutan.

Tugas rutin pekerjaan seorang foreman adalah mempekerjakan, melatih, dan menjadwalkan rutinitas harian pekerja untuk proyek konstruksi maupun pengerjaan proyek kerja di bengkel. Foreman menerima mandat dari Project manager dan menetapkan tugas kepada pekerja, memastikan kualitas dan keamanan, menjadwalkan pekerja tambahan sesuai kebutuhan, dan memastikan penyelesaian proyek sesuai jadwal.

Dalam usaha bengkel dan jasa reparasi seperti di shipyard, seringkali Foreman juga berhadapan dengan teknisi dari pihak Customer atau pengawas dari perusahaan klien maupun pihak pengawas dari unsur pemerintah dan masyarakat. Namun tentu saja Foreman tidak bisa bertanggungjawab kepada pihak klien tersebut secara langsung, kecuali kalau memang ada instruksi sebelumnya dari project manager. Oleh sebab itu tanggungjawab seorang Foreman hanya kepada pihak internal perusahaan saja termasuk dan tidak terlepas dari mengawasi mitra tenaga outsourcing perusahaan yang bertugas saat itu. Seringkali seorang Foreman juga perlu berkordinasi dengan pihak safety dan security jika terjadi hal-hal yang menyangkut pelanggaran etik perusahaan dan Standard Operating Prochedure.

FOREMAN ITU SYARAT KUALIFIKASINYA APA SAJA?

Kualifikasi yang Anda butuhkan untuk menjadi seorang Foreman juga mencakup pengalaman bekerja di bidang konstruksi (atau dalam beberapa kasus di gudang atau pabrik). Terkadang Foreman juga membawahi beberapa tim kerja yang diketuai team-leader atau mandor kecil atau beberapa unit divisi pekerja outsourcing dari vendor.

Foreman juga seringkali dipertukarkan posisinya atau bahkan merangkap posisi safety inspector dan manajer lapangan, terutama diperusahaan kecil yang jabatan orangnya merangkap-rangkap. Tentu saja bidang kerja didalam workshop bengkel seperti galangan kapal dan konstruksi arsitektur bisa saja ada variasinya. Variasi tuntutan di setiap bidang kerja konstruksilah yang memaksa ada banyak peran yang memerlukan pelatihan atau sertifikasi khusus — misalnya, mandor yang bertanggung jawab atas pekerja kelistrikan di lokasi konstruksi biasanya adalah teknisi listrik berlisensi. Umumnya di workshop atau bengkel, tiap proyek yang berbeda memiliki Foreman tersendiri dan biasanya tanda pengenalnya pun berbeda.

Tugas inti seorang Foreman adalah memecah dan membagi tugas pekerjaan, melatih, menjadwalkan, dan mengawasi pekerja selama proyek konstruksi. Karena pekerjaannya memastikan kelancaran pekerjaan, tentu pengetahuan mendalam tentang peraturan keselamatan sangat penting, dan dalam beberapa kasus, kursus keselamatan resmi diwajibkan. Meskipun pendidikan sarjana tidak selalu diperlukan, gelar tersedia dalam manajemen konstruksi dan bidang terkait tentu tidak cukup tanpa sertifikasi.

AUSTAL yang merupakan galangan kapal terbesar asal Australia baru saja merampungkan proyek pembangunan kapal alumunium ferry terbesar dalam sejarah industri Asia Tenggara di Vietnam!

APA PERBEDAAN ANTARA FOREMAN DAN MANDOR UMUM?

Seorang Foreman dan Project manager mengawasi operasi di lokasi konstruksi, gudang, fasilitas pengiriman, atau pabrik. Perbedaan antara kedua peran ini biasanya terjadi di lokasi kerja atau proyek yang lebih besar maupun dari posisi insentif gaji dan target yang dikejar. Misalnya Project manager bertanggungjawab untuk memilih dan menghitung jumlah SDM dan biaya yanng dianggarkan sekaligus berkordinasi dengan divisi HRD maupun Keuangan diperusahaan, sedangkan Foreman bertanggungjawab untuk memastikan SDM pekerja maupun vendor outsourcing bisa bekerja sesuai target produksi.

Tugas seorang Foreman memang mengatur pekerja secara spesifik di area tertentu, seperti listrik, pertukangan, perpipaan, atau pengelasan. Mereka mempekerjakan, melatih, menjadwalkan, dan mengawasi pekerja yang memenuhi tugas khusus ini. Seorang Foreman juga bisa saja diangkat menjadi Project manager. Seorang Foremen bisa pula dianggap sebagai tangan kanan dari Project manager.

Peran seorang Project manager sendiri adalah mengawasi kemajuan keseluruhan proyek dan kinerja dari Foreman dan tim anggotanya. Mereka berkomunikasi dengan manajemen dan mempekerjakan atau menunjuk Foreman individu untuk memastikan bahwa pekerjaan memenuhi ekspektasi kualitas dan tenggat waktu.

CONTOH DESKRIPSI DAN URAIAN PEKERJAAN FOREMAN

Dengan contoh deskripsi pekerjaan Foreman ini, Anda bisa mendapatkan ide bagus tentang apa yang dicari pemberi kerja saat mempekerjakan posisi ini. Ingat juga, setiap pemberi kerja berbeda dan masing-masing akan memiliki kualifikasi unik ketika mereka mempekerjakan untuk posisi Foreman mereka. Berikut ini ringkasan pekerjaan Foreman:

  1. Mandor konstruksi yang berpengetahuan luas dan berpengalaman untuk mengoordinasikan operasi dan mengawasi pekerja di berbagai lokasi konstruksi kami.

  2. Sebagai penghubung antara pekerja dan supervisor, dan wajib memiliki surat SKCK.

  3. Menjadi orang kunci yang bertanggung jawab untuk mengawasi penyelesaian proyek dengan kesadaran yang tinggi akan biaya material, perizinan, dan keselamatan karyawan.

  4. Pelamar yang ideal akan memiliki latar belakang yang kuat di lapangan, keterampilan kepemimpinan yang kuat, dan kemampuan untuk mengarahkan pekerjaan orang lain dan membuat keputusan cepat.

  5. Mandor konstruksi harus terorganisir dengan baik dan sangat fokus pada keselamatan di atas segalanya dan sepanjang waktu.

Tugas dan tanggung jawab untuk posisi Foreman umumnya sebagai berikut:

  1. Mengawasi dan pastikan bahwa semua aturan keselamatan dipatuhi di semua lokasi setiap saat.

  2. Menghasilkan jadwal kerja sesuai dengan ketersediaan karyawan, kontraktor dan undang-undang ketenagakerjaan dan memantau kehadiran awak kapal

  3. Koordinasikan tugas harian sesuai dengan prioritas dan rencana, sesuaikan seperlunya karena cuaca, pengiriman pasokan, dan personel

  4. Kemampuan untuk memerintah pekerja anggotanya dan mendelegasikan tanggung jawab dan proyek individu kepada kru dan kontraktor.

  1. Memberikan pengetahuan teknis dan latih karyawan dan kontraktor tentang ketentuan dilapangan.

  2. Menyediakan spesifikasi sumber daya dan staf yang memadai untuk memenuhi kebutuhan keselamatan, peraturan, praktik terbaik, undang-undang dan jadwal proyek. Menentukan kriteria calon rekrut untuk SDM yang sesuai kelola.

  3. Penekanan pada penggunaan alat, mesin, dan perlengkapan yang aman termasuk pelatihan tentang perlengkapan keselamatan, helm, dan prosedur.

  4. Kembangkan dan awasi standar kualitas di semua lokasi kerja.

  5. Pantau dan kelola anggaran proyek di semua lokasi kerja.

  6. Selesaikan konflik atau miskomunikasi antar pekerja lapangan yang mungkin terjadi di tempat dengan cepat dan damai disemua lokasi kerja.

  7. Laporkan status proyek kepada supervisor, teknisi lokasi, dan atasan secara teratur.

Persyaratan dan Kualifikasi untuk posisi Foreman umumnya sebagai berikut:

  1. Ijazah sekolah menengah atau sertifikasi dalam perdagangan terampil (tukang listrik, tukang kayu)

  2. Pengalaman 4+ tahun sebagai mandor konstruksi

  3. Pengetahuan yang luas tentang praktik terbaik konstruksi, pemeliharaan dan penggunaan peralatan, dan pedoman K3

  4. Pemahaman tentang penggunaan dan pemeliharaan sistem kelistrikan dan hidrolik

  5. Kemampuan untuk membaca gambar, rencana, dan cetak biru dan menyampaikan informasi ini kepada orang lain

  6. Keterampilan organisasi dan kepemimpinan yang sangat baik

  7. Kemampuan untuk berkomunikasi dan melaporkan secara efektif

  8. Bakat dalam matematika dan kemampuan memecahkan masalah yang kuat

  9. Kondisi fisik dan stamina yang baik

  10. Kefasihan dalam bahasa Inggris; Indonesia, plus jika berbahasa asing seperti mandarin dan tamil.

KESIMPULAN
Jika Anda berminat untuk membeli mesin milling ataupun beragam alat ukur dimensi metric lainnya silahkan hubungi kami melalui chat online yang ada di pojok kanan bawah website ini atau melalui email : [email protected] Semoga bermanfaat. Wassalam!


Sumber: Tim Kreatif Metalextra.com, Tulisan ini merupakan opini Pribadi di media milik sendiri.

Originally posted on Desember 29, 2019 @ 1:24 pm

error: Alert: Content is protected!
%d blogger menyukai ini: