Jusuf Kalla, lulusan ekonomi tapi sukses di bisnis teknik engineering

Berbekal pengalaman sebagai wiraswata sukses, Pak Jusuf Kalla melaju ke Jakarta menjadi figur politik penting di Indonesia. Muhammad Jusuf Kalla merupakan politisi Indonesia yang telah menjadi Wakil Presiden Indonesia sejak 2014. Sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Presiden dari 2004 hingga 2009. Ia tidak berhasil sebagai kandidat presiden Golkar dalam pemilihan presiden 2009. Sejak 2009 Kalla menjabat sebagai Ketua Masyarakat Palang Merah Indonesia. Sebelum Kalla menyatakan dirinya sebagai calon wakil presiden Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2014, sebuah jajak pendapat tahun 2012 menempatkan popularitasnya di antara para calon pemilih dalam tiga kandidat teratas untuk kursi kepresidenan dan di depan calon partainya Aburizal Bakrie. 

Kalla Group merupakan satu kelompok usaha sukses yang terbesar di kawasan timur Indonesia dengan kendali usaha berpusat di Makassar, Sulawesi Selatan. Berbeda dengan tokoh politik lain di Indonesia yang sejak dulu akrab pada politik dan generasi penguasa di Jakarta, Kalla Group justru merintis usaha di kampung halamannya.

Saat ini Kalla Group terlibat dalam delapan bidang usaha dengan 24 sub-unit bisnis. Dipimpin oleh Solihin Kalla sebagai CEO, konglomerasi Kalla Group yang tahun 2019 genap berusia ke-67 tahun, saat ini dikendalikan oleh generasi ketiga yang dinakhodai Solihin Jusuf Kalla. Apa rahasia sukses bisnisnya?

Sejarah Kalla Group bermula dari sewaktu Haji Kalla dan Hajjah Athirah Kalla menjalankan usaha di bidang tekstil di kota Watampone, Sulawesi Selatan. Sukses di kota terbesar keempat di Sulawesi Selatan, Haji Kalla merambah berdagang ke Makassar pada 18 Oktober 1952. Bisnisnya terus berkembang, lima tahun kemudian merambah bisnis transportasi dan membeli mobil truk internasional untuk mengangkut hasil bumi dari Bone ke Makassar. Selain itu, mengoperasikan mobil penumpang jenis station wagon yang melayani trayek Makassar-Bone, dan diberi nama Cahaya Bone. Selanjutnya memberanikan diri mendirikan NV (Namlozee Venonchap) Hadji Kalla Trading Company, yang fokus menekuni bidang perdagangan dan logistik.

Haji Kalla menyerahkan tongkat kepemimpinan bisnisnya kepada Jusuf Kalla pada 1967, dan didirikanlah perusahaan kontraktor konstruksi Bumi Karsa. Pada 1969, memasuki bisnis otomotif dengan menjadi importir mobil merek Toyota. Mula-mula mengimpor mobil Toyota dengan semi knocked down, kemudian mobil dirakit di Makassar. Kemudian NV. Hadji Kalla menjadi agen traktor mini merek Kubota untuk keperluan pertanian. Pada 1980, NV. Hadji Kalla melebarkan sayap bisnis otomotif melalui PT Makassar Raya Motor, menjadi dealer mobil Daihatsu dan dealer truk Nissan Diesel. Seiring dengan program mobil nasional maka perusahaan ikut menjadi dealer Timor dan kemudian menjadi KIA.

Di era 1990-an, perusahaan merambah ke bidang perdagangan dengan PT Bumi Sarana Utama yang bergerak sebagai dealer aspal curah, yang banyak mengerjakan proyek infrastruktur jalan dan bandara. Ekspansi tidak berhenti di sana. Di bidang properti, didirikan PT Baruga Asrinusa Development, yang mengembangkan berbagai kawasan perumahan elit dengan berbagai fasilitas seperti perkantoran, malruko, pusat niaga, turisme agro, tempat rekreasi, sarana pendidikan, dan sarana keagamaan. Bukan hanya rumah mewah, rumah tipe kecil pun dikembangkan untuk membantu masyarakat menjangkau perumahan yang layak huni. Ada juga PT Kalla Inti Karsa yang menjangkau pengembangan pasar tradisional, sampai membangun Mal Ratu Indah, pusat perbelanjaan terbesar dan termegah di kawasan Indonesia Timur serta mengoperasikan Hotel Sahid Makassar.

Saat Jusuf Kalla diminta menjadi Menteri Perdagangan dan Perindustrian pada 1999, maka tampuk kepemimpinan dilimpahkan kepada Fatimah Kalla. NV. Hadji Kalla telah berkembang menjadi perusahaan berskala nasional dan mempunyai misi untuk menjangkau kesuksesan di pasar global dan bertransformasi menjadi Kalla Group. Kini bisnisnya terus menggurita dari mulai sektor perdagangan otomotif konstruksi, properti, transportasi darat, laut dan udara, juga merambah ke sektor energi, dan perdagangan karbon, pembiayaan & logistik. Ekspansi yang luar biasa ini merupakan hasil dari kerja keras penuh ketekunan selama bertahun-tahun, dengan mengatasi berbagai kesulitan dan krisis ekonomi di negeri ini dilandasi keyakinan bahwa bekerja merupakan ibadah. Sebagai perusahaan swasta berskala nasional, Kalla Group memiliki semangat kedaerahan dan kebangsaan yang tidak perlu diragukan lagi. Kalla Group adalah salah satu perusahaan terbesar di kawasan timur Indonesia.

Kalla Group saat ini memiliki 14 anak perusahaan yang bergerak di berbagai lini usaha mulai dari otomotif, transportasi, logistik, manufaktur, hingga energi. Lalu, apa resep perusahaan keluarga yang didirikan oleh Hadji Kalla dan Athirah Kalla pada 66 tahun silam?

Jusuf Kalla, yang merupakan generasi kedua memimpin Kalla Group dan kini menjabat sebagai Wakil Presiden RI, membagikan resep sukses perusahaan keluarga yang berbasis di Makassar ini.

Jusuf Kalla atau akrab disapa JK mengungkapkan bahwa bukan sebuah hal yang mudah bagi suatu perusahaan bisa bertahan dan berlanjut secara baik.

“Yang penting itu suatu usaha punya etika dan tujuan. Saya selalu diajarkan bapak saya untuk berusaha itu pertama harus menyenangkan orang lain atau masyarakat, baru menyenangkan kita. Bagaimana memuaskan pelanggan, filosofi itu yang kita jalankan sehingga berlanjut,” ujar JK, dalam diskusi 3 generasi Kalla Group di Gastros, Nipah Mal Makassar, Sabtu 10 November 2018.

Hadir dalam kesempatan itu Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Solihin Jusuf Kalla, Fatimah Kalla, dan Suhaeli Kalla. JK mengungkapkan ada filosofi – filosofi yang terkait etika bisnis yang diajarkan oleh ayahnya.

“Ada beberapa yang sempat saya langgar, tetapi tidak berkah. Saya bikin hotel, tetapi tidak sukses. Kami juga hindari membangun bisnis bank, lebih baik kami memakai (bank) daripada memiliki,” ungkap JK.

APA SAJA SIH YANG HARUS DILAKUKAN PAK JK JADI KONGLOMERAT SUKSES?

1.Harus Produktif
Usaha yang dikembangkan, menurut JK, juga harus produktif, memberi manfaat bagi masyarakat. Misalnya membangun mal harus menyenangkan masyarakat.

JK bercerita mengenai awal mula bisnis Kalla Group berkembang yang berawal dari usaha diler mobil Toyota. Pendidikan, bagi JK, merupakan hal penting kedua atas suksesnya bisnis perusahaan. Setiap generasi Kalla harus memiliki pendidikan yang baik.

Pendidikan tersebut, lanjut JK, tidak melulu diperoleh dari sekolah formal, tetapi juga pengalaman. Sebelum masa kepemimpinan satu generasi selesai, Kalla Group telah menyiapkan dan mendidik generasi pengganti.

“Generasi satu belum habis, maka generasi kedua harus magang kerja. Bagaimana hidup harus menyambung, sudah dipersiapkan. Waktu saya bekerja, saya bawa Solihin yang saat itu usianya 5 tahun. Dia mendengar dan melihat, itu pendidikan dan pengalaman yang paling baik,” papar JK.

JK mengakui saat ini generasi keempat untuk memimpin Kalla Group telah disiapkan. Beberapa nama generasi keempat itu seperti Afifuddin Suhaeli Kalla (Direktur Kalla Energy), Disa R. Novianty (Corporate Strategic and Development Kalla Group).

“Menyongsong 100 tahun usia Kalla Group, generasi penerus itu harus dilatih dari sekarang. Mereka harus kerja keras,” tukasnya.

  1. Kerja Keras
    Sementara itu, Fatimah Kalla yang pernah memimpin bisnis Kalla Group, menuturkan bagaimana generasi penerus harus bekerja keras. “Saya dulu lebih sering menangis dibandingkan pegawai. Lebih sering dimarah-marahi dibandingkan pegawai, sering dibentak. Namun keluarga kami demokratif, makin lama kita makin paham,” ungkapnya.

Saat ini grup usaha Kalla Group meliputi Divisi usaha dan anak perusahaan berdasarkan informasi dari internet sebagai berikut:

Otomotif

  • PT Hadji Kalla (Toyota)
  • PT Makassar Raya Motor (Daihatsu)
  • PT Kars Inti Amanah (KIA, Chrysler, Jeep, Dodge)
  • PT Bumi Jasa Utama (Kalla Transport)

Finance

  • PT Amanah Finance

Konstruksi

  • PT Bumi Karsa
  • PT Bumi Sarana Utama
  • PT Bumi Barito Utama
  • PT Bumi Sarana Beton
  • PT Bukaka Teknik Utama

Transportasi dan logistik

  • PT Makassar Monorail Indonesia
  • PT Bukaka Lintas Tama
  • PT Jelajah Laut Nusantara
  • PT Bumi Lintas Tama
  • PT Bumi Logistik Utama
  • PT Nusantara Aircharter
  • PT. Bumi Jasa Utama

Energi

  • PT Poso Energy (PLTA Poso)
  • PT Malea Energy
  • PT Kalla Electrical System
  • PT Bumi Mineral Sulawesi

Properti

  • PT Kalla Inti Karsa (Kalla Property)
    • Bugis Bistro
    • Warung Kuliner
    • Saoraja Ballroom
    • Mal Ratu Indah
    • Wisma Kalla
    • djuku
    • Nipah[3]
  • PT Baruga Asrinusa Development
    • Andalas
    • Andalas Regency
    • Java Regency
    • Bali Regency
    • Bukit Baruga
  • PT Inti Karsa Persada
  • Sekolah Islam Athirah

Retail

  • PT Kalla Retail Indonesia (Pasar Kalla)

Kehutanan

  • PT Amanah Hutan Lestari

Yayasan

  • Yayasan Kalla

Source: TEMPO


 

Leave a Reply